Laporkan Masalah

Kedudukan para pihak dalam pelaksanaan konstruksi dengan sistem Build, Operate and Transfer

Al FARABI, Kemas, Prof.Dr. Nindyo Pramono, SH.,MH

2006 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum Bisnis)

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui dan memahami hal-hal yang dapat mengakibatkan pelaksanaan perjanjian dengan sistem Build Operate and Transfer (BOT) yang ada saat ini seringkali menunjukkan ketidakseimbangan kedudukan para pihak serta upaya yang dapat dilakukan oleh pihak yang dirugikan karena adanya ketidakseimbangan kedudukan para pihak. Penelitian ini merupakan penelitian normative yang menggunakan bahan hukum berupa peraturan perundangundangan, literature, pendapat para ahli dan studi kasus. Bahan hukum tersebut diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang ingin diketahui dari penelitian ini. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa Dalam praktek perjanjian konstruksi yang menggunakan system Build Operate Transfer, kedudukan para pihak dalam perjanjian Build Operate Transfer sering tidak seimbang.Hal ini disebabkan oleh beberapa sebab, yaitu kebutuhan dana, pembahasan perjanjian tidak dilakukan secara maksimal, dan tenaga ahli di pihak penerima kerja lebih kuat. Upaya yang dapat dilakukan oleh pihak yang merasa dirugikan akibat adanya perjanjian Build Operate Transfer yang tidak seimbang adalah dengan melakukan negosiasi ulang dan membuat amandemen dari perjanjian.

The research aims to investigate and to understand matters that that cause the parties’ imbalanced position in the implementation of contract of Build, Operate and Transfer (BOT) system , and the efforts by the parties suffering any damage due to that imbalance. The research is normative in nature. It uses legal materials such as the rules of law, literature, experts’ opinions, and case studies, which are expected to provide answer for the research problems. The research results present the following findings. In real practice of Construction Contract of Build, Operate and Transfer system, the parties’ position is imbalanced. The causes of the imbalance are: needs of fund, contract discussion that is not optimum, and technical assistant from the work-receiving party that is stronger . The party who perceives any damage from such an imbalanced contract may renegotiate the contract and proposes amendment for it.

Kata Kunci : Kedudukan Para Pihak, Perjanjian Konstruksi, Build Operation and Transfer, the parties’ position, construction contract, Build, Operate and Transfer


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.