Laporkan Masalah

Penyelesaian wanprestasi di pasar modal dalam sistem JATS menurut Undang-undang No.8 Tahun 1995 tentang pasar modal

SIWI, Saptono, Prof.Dr. Nindyo Pramono, SH.,MS

2006 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum Bisnis)

Tesis ini meneliti tentang penyelesaian wanprestasi di pasar modal dalam sistem JATS menurut UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Ada tiga masalah yang diteliti dalam penelitian ini yaitu pelaksanaan transaksi efek dan kapan terjadinya settlement saham, akibat hukumnya jika setelah terjadi transaksi, salah satu pihak melakukan wanprestasi dan penyelesaiannya, serta pelaksanaan itikad baik dalam praktek sistem perdagangan efek. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dan penelitian empiris. Penelitian yuridis normatif, yaitu penelitian dengan menerangkan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, dihubungkan dengan kenyataan yang ada di lapangan, kemudian dianalisis dengan membandingkan antara tuntutan nilai-nilai ideal yang ada dalam peraturan perundang-undangan dengan kenyataan yang ada di lapangan. Dalam mengumpulkan data digunakan wawancara. Wawancara adalah tanya jawab secara langsung dengan responden dan narasumber. Wawancara yang dilakukan ada dua macam, yaitu wawancara berstruktur dan wawancara tidak berstruktur atau menggunakan kombinasi keduanya. Wawancara berstruktur adalah wawancara dengan pertanyaan yang diajukan berasal dari pertanyaan yang sudah disiapkan terlebih dahulu, sedangkan wawancara tidak berstruktur adalah pertanyaan yang timbul secara spontan pada saat wawancara dilakukan. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan pelaksanaan transaksi efek dibedakan antara transaksi efek di pasar perdana dan pasar sekunder. Terjadinya settlement saham adalah pada T+5 atau lima hari sejak terjadi transaksi. Akibat hukumnya jika setelah terjadi transaksi, salah satu pihak melakukan wanprestasi dan penyelesaiannya adalah pihak yang menimbulkan kerugian wajib mengganti kerugian tersebut sesuai dengan kaidah Hukum Perdata. Pelaksanaan itikad baik dalam praktek sistem perdagangan efek terwujud dalam premis yang mengatakan my word is my bond (kata-kataku adalah jaminanku).

The thesis researched about the violation arrangement in JATS Stock Exchange system according to Act Number 8 1995 about Stock Exchange. There are three problems here, first, stock transaction implementation and when stock settlement happen, second, law consequence if happen law violation and the problem solving, third, the implementation of good will in stock trading. The researches were judicial normative research and empirical research. The judicial normative research was the research that explained the rules in existing law, related with the fact in field, then analized by comparing between ideal values in law regulation and the fact in the field. The method of collecting data was through interview. Interview was a direct questions and answers with the respondents. There were two kinds of interview, structurally interviewed and unstructurally interviewed, or the combination of the two. Structurally interviewed was the interview based on prepared questions beforehand. While the unstructurally interviewed was the spontaneous questions at the time of interview conducted. Based on the data analysis can be concluded that there are two kinds of stock transaction, such as in primary exchange and secondary exchange. In secondary exchange, stock settlement happen in T+5 or five days after the stock transaction. Law impact if one side do law violation is the one who do the violation have to give substitute to the loss one as according to private law. Good will in stock exchange be realized by using the idiom my word is my bond.

Kata Kunci : Undang,undang No8 Tahun 1995,Pasar Modal,Wanprestasi,Violation Arrangement, JATS Stock Exchange System, Stock Exchange


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.