Pemberdayaan pengusaha kecil dalam memperoleh fasilitas pembiayaan menurut perspektif Undang-undang Nomor 9 Tahun 1995 tentang usaha kecil di Tarakan
NOVARIANTY, Tri, Prof.Dr. Nindyo Pramono, SH.,MS
2007 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum Bisnis)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami lebih jauh bagaimana pemberdayaan terhadap pengusaha kecil dalam memperoleh pembiayaan menurut perspektif Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 Tentang Usaha Kecil di Tarakan dan hambatan-hambatan dalam upaya pemberdayaan terhadap pengusaha kecil dalam memperoleh pembiayaan. Penelitian mengenai pemberdayaan terhadap pengusaha kecil dalam memperoleh pembiayaan menurut perspektif Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 Tentang Usaha Kecil di Tarakan merupakan penelitian yuridis normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang merupakan bahan sekunder yang disebut penelitian kepustakaan. Selanjutnya untuk menunjang dan melengkapi fakta yang ada, maka dilakukan penelitian lapangan guna mendapatkan data primer. Penelitian ini menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 Tentang Usaha Kecil Pasal 21 yang menyangkut kredit perbankan belum memberikan perlindungan hukum dalam bentuk pemberdayaan terhadap usaha kecil (petani tambak) dalam memperoleh pembiayaan. Faktor-faktor penghambat dalam upaya pemberdayaan terhadap usaha kecil (petani tambak) di kota Tarakan adalah faktor over regulated, adanya birokrasi yang berbelit dalam perijinan dan biaya yang mahal, kesulitan usaha kecil dalam mengakses pembiayaan dikarenakan syarat jaminan yang ditetapkan oleh perbankan yang memberatkan usaha kecil, dan tidak dimasukkannya perlindungan hukum di dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 Tentang Usaha Kecil yang dapat memberikan kenyamanan berusaha bagi usaha kecil.
The research aimed at discovering and understanding further the legal protection on small-scale entrepreneurs in Tarakan city according to Law No. 9 Year 1995 Regarding Small-Scale Entrepreneurs and obstructions faced in attempt of providing legal protection on small-scale entrepreneurships in Tarakan city. The research was judicial normative, that is it was conducted by examining library materials being the secondary materials called library research. Further, to support and complete existing facts, field research was also undertaken to obtain primary data. The research demonstrated that Law No. 9 Year 1995 Regarding Small-Scale Entrepreneurship at Chapter 21 connected with banking credits had not yet provided adequate legal protection on small-scale entrepreneurships. The factors that hindered the efforts for protection on small-scale entrepreneurships in Tarakan city was over regulated factor, the red tape in the permit documents and high cost. The problem of small-scale entrepreneurships in getting access to financing emerged due to the requirements imposed by banks being too difficult to meet. Besides, the absence of legal protection in Law No. 9 Year 1995 Regarding Small-Scale Entrepreneurships which provided convenience for running the business for small-scale entrepreneurships.
Kata Kunci : Perlindungan Hukum,UKM,Fasilitas Pembiayaan,UU No9 Tahun 1995,legal protection, small-scale entrepreneurship in Tarakan city, Law No. 9 Year 1995 Regarding Small-Scale Entrepreneurships