Perlindungan hukum atas hak cipta di bidang musik rekaman suara di Indonesia
JALALUDIN, Prof.Dr. Nindyo Pramono, SH.,MS
2006 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum Bisnis)Sejak diundangkannya Undang-ungan nomor 19 tahun 2002 tentang Hak cipa, sampai sekarang keberadaan hak cipta dan khkususnya hakciptas dibidang musik rekaman suara belum mendapat perhatian yang memadai dari Pemerintan dan Masyarakat Indonesia. Seperti diketahui bahwa Pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan, sedangkan ciptaan adalah hasil karya cipta, dengan demikian maka musik rekaman suara juga merupakan karya cipta oleh beberapa orang, dan menurut Undang-undang Hak cipta hasil cipta merupkan hak eksklusip bagi penciptanya.a. Sistim pendaftaran hak cipta yang berlaku dalam Undang-undang nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta adalah sistim deklaratif, kemudian antara maksud dan tujuan pendaftaran hak cipta sebagaimana ditentukan dalam Undang-undang tersebut adalah tidak sejalan. Penelitian dalam tesis ini menggunakan pendekatan yuridis normative disamping itu juga menggunakan pendekatan yuridis empiris. Mengenai penegakkan hukum atas hak cipta khususnya dibidang musik rekaman suara harus diikuti dengan kepastianb hukum, karena sejak Undang-undang nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta ini berlaku sampai sekarang sudah banyak terjadi pelanggaran terhadap Undang-undang tersebut hal ini terbukti dengan banyaknya terjadi pembajakan terhadap produk musik rekaman suara,dan bilamana hal ini dibiarkan maka akan dapat merugikan para pencpta musik rekaman suara itu dan ber akibt timbulnya ketidak gairahan bagi para pencipta untuk berkarya selain itu dapat juga mengurangi pendapatan Negara serta berpengaruh pula terhadap hubungan dagang antar Negara.
Song Audio record is a work of one or more persons which requires its creators to exploits idea. Imagination, wit, skills or expertise, time, and cost. In addition to its aesthetic values, song audio record also has high economic values as it has very large market segment. In the globalization era along with science and technology advancement, people can easily make recording of other people’s creations, either for themselves or for commercial purposes. Therefore, how does legal protection work to give protection to song writers? Is the newly passes Act No. 19/2002 effective? Seen from the sanction it imposes, the Act is effective; changes from offense that warrants complaint to ordinary offense stipulated in this act is a revision for the previous act. However, law enforcement by legal apparatus has not been effective yet. The research applies juridical sociological approach. Based on the analysis results, it concludes that legal protection for copyrights over song audio-record does not have legal certainty. It is evident from the registration system adopted by the law, i.e., a declarative registration in that it is not obligatory. Moreover, the purpose and aim of the registration are not relevant. The purpose is to obtain legal protection, while the aim is to obtain formal truth. The existing Act on Copyrights has become a mandatory in domestic situation and a requirement for the international trade.
Kata Kunci : Perlindungan Hukum,Hak Cipta,Musik Rekaman Suara,song audio-record, declarative registration, copyrights