Perlindungan hukum terhadap merek produk kerajinan batik di Tulungagung
DRIELAKSMANA, S. Viery, Prof.Dr. Nindyo Pramono, SH.,MS
2006 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum Bisnis)Tesis ini meneliti tentang perlindungan hukum terhadap merek produk batik di Tulungagung. Ada dua masalah yang diteliti dalam penelitian ini yaitu tindakan yang dapat dilakukan oleh pemegang merek seni batik apabila terjadi pelanggaran merek yang dilakukan oleh pihak lain dan perlindungan hukum terhadap pemegang hak atas merek batik yang terdaftar di Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dan penelitian empiris. Penelitian yuridis normatif, yaitu penelitian dengan menerangkan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, dihubungkan dengan kenyataan yang ada di lapangan, kemudian dianalisis dengan membandingkan antara tuntutan nilai-nilai ideal yang ada dalam peraturan perundang-undangan dengan kenyataan yang ada di lapangan. Dalam mengumpulkan data digunakan wawancara. Wawancara adalah tanya jawab secara langsung dengan responden dan narasumber. Wawancara yang dilakukan ada dua macam, yaitu wawancara berstruktur dan wawancara tidak berstruktur atau menggunakan kombinasi keduanya. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa tindakan yang dapat dilakukan oleh pemegang merek seni batik apabila terjadi pelanggaran merek yang dilakukan oleh pihak lain adalah melakukan gugatan pidana dan perdata. Perlindungan hukum terhadap pemegang hak atas merek seni batik diberikan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam UU No. 15 Th. 2001 yang meliputi pemberian hak kepada pemegang merek yang untuk menggugat si pelanggar hak atas merek baik secara pidana maupun perdata.
The thesis researched about law protection to batik trade mark in Tulungagung. There are two problems here, first, the action can be done by the owner of batik trade mark if law violation happen, second, law protection to batik trade mark owner who is registered in Tulungagung. The researches were judicial normative research and empirical research. The judicial normative research was the research that explained the rules in existing law, related with the fact in field, then analyzed by comparing between ideal values in law regulation and the fact in the field. The method of collecting data was through interview. Interview was a direct questions and answers with the respondents. There were two kinds of interview, structurally interviewed and unstructurally interviewed, or the combination of the two. Structurally interviewed was the interview based on prepared questions beforehand. While the unstructurally interviewed was the spontaneous questions at the time of interview conducted. Based on the data analysis can be concluded that action can be done by the owner of batik trade mark if law violation happen is doing privat claim or criminal claim. Law protection to batik trade mark owner who is registered in Tulungagung is given as suitable as the rule in Act Number 15 Year 2001 which consists of the right of the owner of batik trade mark to do privat claim or criminal claim to the violator.
Kata Kunci : Perlindungan Hukum,Merek,Batik,Law Protection, Merk, Batik