Peran rekam medis dalam transaksi terapeutik di Daerah Istimewa Yogyakarta
SARI, Norma, Dr. Siti Ismijati Jenie, SH.,CN
2006 | Tesis | S2 Ilmu HukumPenelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi peran dari rekam medis dalam transaksi terapeutik antara dokter dengan pasien pada rumah sakit di Daerah Istimewa Yogyakarta, hambatan-hambatan yang dihadapi oleh dokter dalam praktek dalam memenuhi kewajiban memberikan isi rekam medis terhadap pasiennya, serta hambatan-hambatan yang dihadapi oleh pasien dalam memperoleh hak atas isi rekam medisnya. Data primer dan data sekunder dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan metode pengumpulan data studi dokumen dan wawancara terstruktur. Berdasarkan metode sampling purposive maka subyek penelitiannya adalah responden yaitu dokter, pasien dan kepala bagian rekam medis serta narasumber yaitu Ketua Ikatan Dokter Indonesia. Keseluruhan data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekam medis dalam transaksi terapeutik berperan sangat penting baik bagi dokter maupun pasien. Bagi dokter rekam medis berperan sebagai bukti transaksi, alat bukti, alat pengingat perawatan sebelumnya, dan sarana meminimalisir konflik dengan pasien. Bagi pasien, rekam medis berperan sebagai sarana mengurus kepentingan lain yang berhubungan dengan perawatan penyakitnya, untuk mengetahui perawatan, alat bukti, dan menjaga kesinambungan perawatan. Sayangnya, interpretasi dan implementasi dokter terhadap pemaknaan ketentuan mengenai hak pasien atas isi rekam medis masih beragam yang berakibat munculnya beberapa hambatan. Hambatan dari dokter adalah terkait dengan bagian rekam medis yaitu ketidakpatuhan dokter sendiri dalam membuat rekam medis yang lengkap dan akurat sehingga menyulitkan saat menghadapi permintaan dari pasien. Hambatan pasien dalam memperoleh haknya ialah ketika pasien meminta berkasnya. Secara substansial, munculnya hambatan bersumber dari ketidakjelasan peraturan perundangundangan, sehingga problematika penafsiran dan pelaksanaan yang beragam akan berakibat menghambat pasien dalam memperoleh haknya. Hambatan lain dari pasien muncul saat identitas yang diajukan pasien berbeda dengan yang tertera dalam rekam medis, dimana hal tersebut merupakan kesalahannya.
The aim of this empirical study is to recognize and identify a medical record role on therapeutic transaction between physician and patient within hospitals across Daerah Istimewa Yogyakarta, including the obstacles of the physicians in delivering the patients’ medical record contents, as well as the obstacles of the patients to obtain their rights for the medical record contents. Primary and secondary data are gathered through a literature and field study using documentary data and structured interview methods. According to a purposive sampling, the subjects of the study are respondents including physicians, patients, and chiefs of a medical record unit, and the resource is the Chief of Indonesian Physician Association. All data are collected, and then qualitatively analyzed. The research result shows that the medical record plays an important role within a therapeutic transaction either for the physicians or the patients. For the physicians, it serves as a transaction evident, a prior treatment reminder, and means to minimize conflict with the patients. For the patients, it serves as an instrument for other concern related to disease medication, evident, and sustains a medical treatment. There are however different interpretations and implementations between the physicians and the patients on medical record rights with which arise many obstacles. The physicians’ difficulties are related with the medical record unit which the physicians, who make the inaccurate and uncompleted medical record, will face difficulties when the patients ask them for the records. The patients’ obstacles to obtain their rights are when the patients ask the files. Substantially, the blockages which arise are resulted from an uncertainty regulation. Therefore, various interpretations and implementations consequence the patients’ obstructions to obtain their rights. Other problems arise when they have different identities on the medical record, which it’s fully their fault.
Kata Kunci : Hukum Perjanjian,Transaksi Terapeutik,Peran Rekam Medis, Role, Medical Record, Therapeutic Transaction