Pelaksanaan perjanjian kredit usaha kecil, menengah pada PT. BRI (Persero) Cabang Jambi
OKTOMISON, Tomi, Prof.Dr. RM. Sudikno Mertokusumo, SH
2006 | Tesis | S2 Ilmu HukumPenelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang bertujuan untuk mengetahui tentang pelaksanaan perjanjian kredit usaha kecil, menengah antara PT. BRI (Persero) Cabang Jambi dengan pengusaha kecil, menengah. Data primer dan data sekunder dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, dengan alat pengumpulan data studi dokumen, kuesioner dan pedoman wawancara. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perjanjian kredit usaha kecil, menengah dibuat secara tertulis. Meskipun dibuat secara tertulis, namun di dalam pelaksanaannya telah terjadi wanprestasi yang dilakukan oleh nasabah debitur disebabkan karena kondisi usaha nasabah debitur yang mengalami kemunduran atau bahkan bankrut, semakin meningkatnya kebutuhan hidup sehari-hari yang mendesak untuk dipenuhi dan kurangnya kesadaran nasabah untuk memenuhi kewajibannya. Di dalam menyelesaikan kredit macet atau wanprestasi, hal yang pertama kali dan seringkali dilakukan oleh PT. BRI (Persero) Cabang Jambi adalah musyawarah mufakat. Jika melalui musyawarah mufakat tidak bisa menyelesaikan masalah kredit macet atau wanprestasi maka PT. BRI (Persero) cabang Jambi menggunakan restrukturisasi sebagai suatu langkah penyelesaian wanprestasi. Restrukturisasi sebagai bentuk penyelamatan kredit melalui perundingan kembali antara PT. BRI (Persero) Cabang Jambi dan nasabah debitur dengan memperingan syarat-syarat pengembalian kredit. Jika kredit macet atau wanprestasi tidak bisa diselesaikan secara musyawarah mufakat dan restrukturisasi maka PT. BRI (Persero) Cabang Jambi akan menggunakan Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN)
The research falls into juridical normative research. It aims to investigate the implementation of small-medium business credit agreement between PT. BRI (Persero) of Jambi Branch and small-medium business entrepreneurs. The research obtains secondary data from library research using document study and primary data from field research through interview guideline and questionnaire. It adopts qualitative method for data analysis. The results show that some failures of responsibility by the debtor happen despite the written form of the agreement. The failures of agreement usually result from the debtor’s slow business operation or even bankruptcy, urgent expenses for daily needs, and lack of the sense of responsibility fulfilment. PT. BRI (Persero) takes several measures to settle bad credit or failures of responsibility, but the first priority is negotiation. If it fails, the bank will consider restructuring. For restructuring the bank holds a meeting with the debtor to discuss reduction in credit requirements. If both negotiation and restructuring fail, the bank brings the case to the Office of State Loan and Auction (KP2LN).
Kata Kunci : Perjanjian Kredit,UKM dan Bank,small-medium business credit agreement, PT. BRI (Persero) of Jambi Branch