Perlindungan hukum terhadap merek terkenal jika terjadi merek terdaftar yang sama pada pokoknya :: Studi kasus Puri Bahasa Indonesia
PUTRA, Putu Wipriana, Nugroho Amien Soetijarto, SH.,M.Si
2006 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Penelitian ini bertujuan mengetahui perlindungan hukum terhadap merek terkenal jika terjadi merek terdaftar yang sama pada pokoknya (studi kasus Puri Indonesian Language Plus versus Puri Bahasa Indonesia) digunakan oleh pihak lain. Penelitian ini termasuk jenis penelitian normative atau penelitian hukum kepustakaan, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder saja. Pada penelitian jenis ini hukum dikonsepkan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan (law in books) atau hukum dikonsepkan sebagai kaidah atau norma yang merupakan patokan berprilaku manusia yang dianggap pantas. Oleh karena itu, sebagai sumber datanya adalah data sekunder, yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, atau bahan hukum tertier. Penyajian data sekaligus dengan analisisnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Perlindungan merek yang diberikan terhadap merek terkenal dalam kasus Puri Indonesian Language versus Puri Bahasa Indonesia sudah sesuai dengan Undang-Undang Merek. Pertama, dalam putusan Pengadilan Niaga Semarang, mencerminkan telah ditegakannya ketentuan-ketentuan dalam Undang-Undang Merek 2001, dimana merek terkenal walaupun sebagai merek yang tidak terdaftar dapat mengajukan gugatan kepada merek terdaftar tanpa batas waktu apabila merek tersebut didaftarkan dengan itikad tidak baik. Kedua, merek terdaftar yang terbukti didaftarkan dengan itikad tidak baik, tidak memperoleh perlindungan hukum yang mutlak akibat telah didaftarkanya merek tersebut. Merek terdaftar tersebut dapat dibatalkan kapan saja tidak terikat waktu lima tahun dari tanggal pendaftaran sebagaimana diatur dalam Pasal 69 ayat (1).
This research had aimed to know about the legal protection to the famous trademark if there is any similar registered trademark in principle (case study in Puri Indonesian Language Plus versus Puri Bahasa Indonesia) used by the other parties. This research was categorized as the kind of normative research or literary legal research that is the legal research that done by studying literary or secondary data. In this such kind of research, law is conceptualized as what had been written in law in books or law is conceptualized as the norm or principles that considered as the appropriate standard of behavior of human. Thus, the data source is secondary data, consists of primary legal sources, secondary legal sources, or tertiary legal source. The data performance included the analysis. The result of this research showed that the protection to the trademark had been given to the famous trademark in the case of Puri Indonesian Language versus Puri Bahasa Indonesia is appropriate with the Laws of Trademark. First, in the decision of Trading Court Semarang, it reflected the upstanding of regulations in Laws of Trademark of 2001, where the famous trademark even it is not the famous trademark could submit accusation to the registered trademark without time limit if those trademarks are registered by the bad conviction. Second, the registered trademark had been proven registered with the bad conviction, couldn’t get any absolute legal protection because it trademark had been registered. This registered trademark could be invalidated whatsoever without related time limit of five years from the date of registration as had been ruled in Article 69 paragraph (1)
Kata Kunci : Perlindungan Hukum,Merek Terkenal,Itikad Baik, legal protection, famous trademark, good conviction