Efektivitas penggunaan akta perdamaian pembagian harta bersama dam kedudukan anak akibat perceraian dalam perkawinan campuran menurut Undang-undang No.1 Tahun 1974
MEGAHWATI, Tina, Sularto, SH.,CN.,MH
2006 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas akta perdamaian (akta di bawah tangan) mengenai pembagian harta bersama yang dibuat sebelum perceraian dalam perkawinan campuran dan akibat perceraian terhadap kedudukan anak dalam perkawinan campuran menurut UU No 1 Tahun 1974. Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian yuridis normatif, Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data-data sekunder. Penelitian kepustakaan yang dilakukan penulis menggunakan alat pengumpul data sekunder berupa: studi dokumen atau kepustakaan. Bahan atau materi yang digunakan dalam penelitian kepustakaan meliputi: Bahan hukum primer, Bahan hukum sekunder, dan Bahan hukum tersier. Penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer. Lokasi penelitian yang digunakan adalah di wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian lapangan menggunakan tehnik wawancara dan kuesioner. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianlisis, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Efektifitas akta perdamaian (akta di bawah tangan) mengenai pembagian harta bersama yang dibuat sebelum perceraian dalam perkawinan campuran menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dapat disimpulkan bahwa akta perdamaian sebenarnya tidak efektif karena dalam pembagian harta akibat perceraian dapat langsung memilih hukum yang hendak digunakan berdasarkan ketentuan Pasal 37 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. 2) Akibat perceraian terhadap kedudukan anak dalam perkawinan campuran menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 ditentukan berdasarkan kewarganegaraan diperolehnya. Hal ini di atur dalam Pasal 59 ayat (1) Kewarganegaraan yang diperoleh sebagai akibat perkawinan atau putusnya perkawinan menentukan hukum yang berlaku, baik mengenai hukum publik maupun mengenai hukum Perdata.
The research concerns with an issue pertaining to legal consequences from a divorce of mixed marriage. It aims to evaluate the effectiveness of underhanded act on shared property division before the divorce according to the Act No. 1/1974. The research is juridical and normative in nature. It focuses on library research to obtain secondary data in the area of law, but it also conducts field research to obtain primary data for support. The library research studies document of primary, secondary, and tertiary legal materials. The field research locates in Yogyakarta Special Province. It uses interview and questionnaire as instrument. Data analysis applies a descriptive qualitative technique. Based on the analysis results, the research concludes the followings: 1) the use of an underhanded act on shared property division before a divorce of mixed marriage according to the Act No. 1/1974 is not effective, for the party may choose the law to be adopted as according to Article 37 of the Act No. 1/1974. 2) Child status after a divorce of mixed marriage according to the Act No. 1/1974 is decided based on the nationality acquired. It is regulated in Article 59 item (1) which stimulates that nationality acquired from a marriage or termination of marriage determines the laws in effect, related either to public law or Civil Law.
Kata Kunci : Undang,undang No1 Tahun 1974,Perkawinan Campuran,Akta Perdamaian, Underhanded Act