Laporkan Masalah

Fidusia sebagai jaminan dalam perjanjian kredit perbankan umum di Kota Makassar

SUGIJO, Soewandi Michael Barya, Mustafa, SH.,MS

2006 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)

Kredit Perbankan Umum di Kota Makassar”, bertujuan untuk mengetahui dan mengungkapkan . Untuk mengetahui sebab-sebab yang mendorong para pengusaha pada umumnya dalam pemanfaatan Jaminan Fidusia sebagai jaminan kredit pada Bank Umum di Kota Makassar.Untuk mengetahui sebabsebab bagi Bank Umum di Kota Makassar sehingga lebih memilih pengalihan benda jaminan dengan parate eksekusi dalam debitur mengalami kredit macet. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan hukum pustaka melalui studi kepustakaan, dan data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden. Data-data yang telah dikumpulkan dianalisa secara kualitatif dan dibuat dalam bentuk laporan hasil penelitian yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode non random sampling artinya tidak semua populasi diberi kesempatan untuk menjadi sample, sedangkan teknik pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fidusia Sebagai Jaminan Dalam Perjanjian Kredit Perbankan Umum di Kota Makassar, debitur memilih Fidusia sebagai jaminan kredit disebabkan adalah, Besarnya nilai jaminan lebih tinggi, Karena tidak adanya jaminan lain, Jaminan dapat dipergunakan oleh debitur, Jaminan Fidusia mudah dipenuhi persyaratannya oleh debitur. Adapun Alasan Bank Panin dan Bank Lippo memilih Parate Eksekusi dalam penyelesaian eksekusi jaminan atas kredit macet adalah karena, Karena memiliki dasar hukum yang diatur oleh undang-undang nomor 42 tahun 1999, Karena debitur tidak berkeberatan, Karena lebih efisien dan efektif.

The research aims to investigate and to discuss the motives of businessmen in general to use fiduciary guaranty at General Bank in Makassar city, and to identify the considerations of General Bank to perform object of fiduciary guaranty transfer through execution parate when debtor fails to pay the credit. It uses secondary data from library research and primary data from field research. The research employs qualitative method to analyze the data and discusses the findings in a descriptive report. It uses non-random sampling method, which means that not all population has the equal chance to be selected as sample, while the sample taking uses the purposive sampling method. The research results present these findings. Fiduciary object of guaranty in credit agreement at General Banking in Makassar city is preferred as it gives higher value of guaranty, and because there is no other guaranty. It can also be used by debtor and the debtor can easily fulfill the requirement. The reasons for Panin Bank and Lippo Bank to perform execution parate to settle bad credit are because it has the legal base as stipulated in the Act no. 42/1999, because the debtor is willing, and because it is more efficient and effective.

Kata Kunci : Perjanjian Kredit,Jaminan Fidusia, Fiduciary, Bank, guaranty, Execution Parate


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.