Laporkan Masalah

Eksekusi hak tanggungan dengan cara di bawah tangan di Kota Makassar

MUSTAHAR, Mustafa, SH.,MS

2006 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)

Penelitian ini mengenai “Eksekusi Hak Tanggungan Dengan Cara Di Bawah Tangan di Kota Makassar”. Penelitian bertujuan untuk mengetahui mengapa eksekusi hak tanggungan dengan cara di bawah tangan mengalami hambatan dan upaya yang ditempuh oleh kreditur dan debitur dalam mengatasi hambatan pelaksanaannya. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan hukum melalui studi kepustakaan, dan data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden. Data-data yang telah dikumpulkan dianalisa secara kualitatif dan dibuat dalam bentuk laporan hasil penelitian yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan cara non random sampling artinya tidak semua populasi diberi kesempatan untuk menjadi sample, sedangkan pengambilan sample menggunakan cara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eksekusi Hak Tanggungan Dengan Cara Di Bawah Tangan Di Kota Makassar mengalami hambatan karena debitur dan atau pemberi hak tanggungan tidak menghendaki adanya pengumuman penjualan objek jaminan yang merupakan salah satu syarat eksekusi hak tanggungan di bawah tangan. Upaya yang dilakukan oleh kreditur dan debitur dan atau pemberi hak tanggungan dalam mengatasi hambatan tersebut adalah proses penjualan objek hak tanggungan dilakukan dengan melibatkan pihak calon pembeli dengan cara ada Surat Pernyataan dari kreditur bahwa sertifikat kepemilikan akan diserahkan kepada pihak yang melunasi kredit (calon pembeli), calon pembeli melakukan pelunasan kredit terlebih dahulu kepada kreditur, setelah dinyatakan lunas, pihak pembeli melakukan perjanjian jual beli dengan debitur dan atau pemberi hak tanggungan dengan melampirkan surat roya, sertifikat hak atas tanah dan sertifikat hak tanggungan kepada PPAT yang dipergunakan untuk proses balik nama .

The research on “Execution of Underhanded Object of Guaranty in Makassar City” aims to investigate why the execution faces some obstacles and what are the measures by both the debtor and creditor to overcome these obstacles. It uses secondary data from library study and primary data from field research. The research analyzed the data in a qualitative method and discussed the results in a descriptive presentation. It used a non random sampling technique, which means that not all population has a chance to be chosen as sample. In taking the samples, it applied a purposive sampling technique. The research results show that the execution of underhanded Object of Guaranty in Makassar city faces obstacles because the debtor and the grantor of underhanded object of guaranty do not want an announcement for the selling of the underhanded object of guaranty. The measures by the creditor and debto r, or grantor of underhanded object of guaranty is to go through a process of selling which involves the prospect buyers by obtaining a Statement from the creditor stating that the land entitlement certificate will be submitted to the party who pays off the credit (prospect buyer), then the prospect buyer makes his payment to the creditor, and after the creditor declares the credit settlement, the buyer performs a selling and purchasing agreement with the debtor or grantor of underhanded object of guaranty by submitting the roya letter, the land entitlement certificate, and certificate of object of guaranty to the notary to be used for the process of changing the name of ownership.

Kata Kunci : Perjanjian Kredit,Hak Tanggungan,Eksekusi, execution, rights of guaranty underhanded


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.