Pesawat terbang sebagai jaminan hipotik dalam pemberian kredit investasi pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Jakarta
FEBRIANSYAH, Irlan, Mustafa, SH.,MS
2006 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis Upaya penyelesaian kredit bermasalah dan bentuk eksekusi yang dipilih oleh PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Jakarta untuk menyelesaikan kredit macet terhadap jaminan hipotik pesawat terbang. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat empiris. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penentuan sampel yang akan diambil dalam penelitian ini menggunakan metode non random sampling artinya tidak semua populasi diberi kesempatan untuk menjadi sampel, sedangkan untuk pengumpulan sampel menggunakan teknik purposive sampling, artinya pengambilan subjek bukan berdasarkan strata, random atau daerah, tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penyelesaian kredit bermasalah yang dilakukan oleh PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Jakarta adalah dengan cara yaitu penyelamatan kredit bermasalah dan eksekusi. Upaya penyelamatan kredit bermasalah dilakukan dengan restrukturisasi berdasarkan SK. Direksi Bank Indonesia Nomor. 31/150/KEP/DIR tanggal 12 November 1998. Bentuk restrukturisasi yang dipergunakan adalah dengan penambahan fasilitas kredit dan atau perpanjangan jangka waktu kredit. Sedangkan eksekusi dilakukan sebagai langkah terakhir penyelesaian kredit macet. Bentuk eksekusi yang lebih dipilih oleh PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Jakarta untuk menyelesaikan kredit macet adalah dengan penjualan dibawah tangan secara bebas atas objek jaminan hipotik pesawat terbang, daripada eksekusi melalui Kantor Pelayanan Piutang Dan Lelang Negara (KP2LN). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa Upaya penyelamatan kredit dengan restrukturisasi dilakukan untuk menghindarkan terjadinya kredit macet yang dapat merugikan pihak PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Jakarta. Bentuk restrukturisasi tersebut dipilih berdasarkan hasil analisis kelayakan ulang yang dilakukan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Jakarta terhadap debitur yang mempunyai iktikad baik dan kegiatan usahanya masih dapat diselamatkan. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Jakarta memilih bentuk eksekusi dengan cara penjualan dibawah tangan secara bebas dengan tujuan efektifitas, untuk menghindari rumitnya prosedur, lamanya waktu dan banyaknya biaya yang dikenakan dalam hal penjualan dilakukan melalui Kantor Pelayanan Piutang Dan Lelang Negara (KP2LN).
The research aims to analyze the measure for bad debt settlement and the execution method adopted by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Jakarta to settle bad debt concerning the use of plane as Hypotheek. The research is an empirical research and uses primary and secondary data. It determines the sample based on non random sampling method which implies that not all population has opportunity to be taken as sample. Further, it uses purposive sampling to take the sample which implies that it does not base on strata, random or area, but bases on a certain purpose. The research results show that the measures PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Jakarta takes to settle bad credit are credit redemption and execution. Credit redemption is taken by restructuring based on the Decree of Board of Directors of the Bank of Indonesia No. 31/150/KEP/DIR dated 12 November 1998. The restructuring is implemented by adding credit facility or prolong the credit term. Meanwhile, the execution is taken as the last option for bad debt settlement. The bank prefers free underhanded selling of the object of Hypotheek, i.e., plane than execution through the Office of State Loan and Auction Service (KP2LN). Based on the analysis results is identified that credit redemption through restructuring is intended to avoid bad debt from bringing loss to PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Jakarta. The restructuring is carefully considered based on the result of feasibility re-evaluation toward the debtor who shows good will and whose business is viable. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Jakarta chose execution through free underhanded selling for the purpose of effectiveness: avoiding complicated procedure, length of time, and cost when the selling is executed by the Office of State Loan and Auction (KP2LN).
Kata Kunci : Kredit Investasi,Jaminan Hipotik Pesawat Terbang, credit redemption, bad credit, and execution