Pengaruh tingkat kepemilikan institusional terhadap return saham dalam pengumuman pemecahan saham :: Studi empiris di Bursa Efek Jakarta periode 2000-2004
SUSANTI, Esti, I Wayan Nuka Lantara, SE.,M.Si
2005 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan melakukan pemecahan saham pada periode 2000 – 2004. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 63 perusahaan yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti apakah investor dapat menggunakan tingkat kepemilikan institusional dari perusahaan yang melakukan pemecahan saham sebagai indikator untuk menganalisis reaksi pasar terhadap pengumuman pemecahan saham. Pertama-tama dilakukan pengelompokan tingkat kepemilikan institusional ke dalam 3 portofolio yang mewakili tingkat kepemilikan institusional kecil, menengah, dan besar. Kemudian untuk mengetahui adanya reaksi pasar terhadap pengumuman pemecahan saham pada setiap portofolio dilakukan uji one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) semakin besar tingkat kepemilikan institusional dari perusahaan yang melakukan pemecahan saham maka semakin besar abnormal return yang terjadi, (2) abnormal return yang terjadi untuk tingkat kepemilikan institusional yang besar adalah positif dan signifikan sedangkan abnormal return yang terjadi untuk tingkat kepemilikan institusional yang kecil dan menengah adalah negatif dan tidak signifikan. Selanjutnya dilakukan uji regresi untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari tingkat kepemilikan institusional terhadap reaksi pasar dari pengumuman pemecahan saham. Uji regresi dilakukan dengan abnormal return sebagai variabel dependen dan tingkat kepemilikan institusional sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan 2 hal, yaitu (1) tidak ada pengaruh dari tingkat kepemilikan institusiona l terhadap reaksi pasar dari pengumuman pemecahan saham sehingga investor tidak dapat menggunakan tingkat kepemilikan institusional sebagai indikator untuk memprediksi adanya reaksi pasar yang positif terhadap peristiwa pemecahan saham yang terjadi di kemudian hari, dan (2) terdapat pengaruh dari variabel TARGET dan variabel PRIOR terhadap reaksi pasar dari pengumuman pemecahan saham. Hal ini berarti bahwa bila terdapat adanya abnormal return pada beberapa hari sebelum tanggal pengumuman pemecahan saham (kebocoran informasi atau pasar sudah melakukan antisipasi) maka besar kemungkinan pasar akan bereaksi positif tepat pada tanggal pengumuman pemecahan saham dan bila split factor yang ditetapkan perusahaan semakin kecil maka semakin besar kemungkinan pasar akan bereaksi positif tepat pada tanggal pengumuman pemecahan saham
This study is conducted to firms who listed in Bursa Efek Jakarta and splitted their stocks from 2000 until 2004. The method of data collection is done by purposive sampling method and the final sample consists of 63 firms. This study examines whether investors regard the level of institutional ownership of a firm who announced stock split as an indicator to analyze the market reaction. The level of institutional ownership is categorized in 3 portfolios, small, medium, and big. Next, one sample t-test is done to know whether there is any market reaction in each portfolio. The results indicate 2 matters, which are (1) if the level of institutional ownership is higher, then the abnormal return in the announcement day of stock split will higher too, and (2) the abnormal return in the announcement day of stock split from higher level of institutional ownership is positive and significant, meanwhile the abnormal return in the announcement day of stock split from lower level of institutional ownership is negative and not significant. Furthermore, linear regression is done to know whether there is any effect from level of institutional ownership to market reaction on announcement day. The linear regression uses abnormal return as the dependent variable and level of institutional ownership as the independent variable. The results indicate 2 matters, which are (1) there is no influence from the level of institutional ownership to market reaction on the announcement day, meaning investors cannot use the level of institutional ownership as an indicator to predict future positive market reaction from stock split event, and (2) TARGET and PRIOR have some influences to market reaction on the announcement day, meaning if there is preannouncement abnormal return (information leakage or the split announcement might have been predicted), so there is possibility the market will react positively on the announcement day, and the positive market reaction will higher if the split factor is smaller.
Kata Kunci : Return Saham,Pemecahan Saham,Struktur Kepemilikan, level of institutional ownership, stock split, abnormal return