Analisa kandungan informasi Stock Split dan Likuiditas Saham :: Studi empiris pada Non-Synchronous Trading
WIDANTA, Supriyadi, Dr.,M.Sc
2005 | Tesis | Magister ManajemenStock split sebagai sesuatu yang masih diperdebatkan dan menjadi fenomena bagi ahli-ahli teori keuangan, dimana antara teori dan praktek yang tidak selaras. Secara teori, stock split hanyalah meningkatkan jumlah saham yang beredar, tanpa meningkatkan keuntungan bagi investor, juga tidak menambah nilai ekonomi bagi perusahaan. Sementara didalam prakteknya, beberapa studi empiris memperlihatkan kecenderungan pasar bereaksi terhadap pengumuman stock split. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris mengenai isi dari informasi stock split mempengaruhi likuiditas saham dengan pertama-tama mengoreksi bias beta, dimana kondisi perdagangan di Bursa Efek Jakarta yang masih tidak sinkron. Sampel yang terdiri dari 77 perusahaan yang melakukan stock split pada periode 1999 sampai dengan 2003. Pengujian isi dari informasi stock split menggunakan Single Index Model (William Sharpe, 1963) dan koreksi bias beta menggunakan metode Fowler dan Rorke (1983) dengan 4 langkah didepan dan 4 dibelakang. Perbandingan likuiditas saham sebelum dan setelah stock split menggunakan paired sample test Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa stock split memiliki informasi dimana dari hasil statistik direspon negatif, tetapi secara signifikan direspon secara positif oleh pasar disekitar tanggal pengumuman stock split. Perbedaan antara likuiditas saham sebelum dan setelah stock split tidak signifikan.
Stock split has been debatable and become puzzling phenomenon for the financial analysts, where between theory and practices don’t get along well. Theoretically, stock split only increasing total share, without increasing profit for investors, and also doesn’t increasing value added for the company, Practically, some of empirical study showing off tendency of the market reaction to the stock split announcement. Objective of this research are to examine empirical test of the content of stock split announcement, which are influence stock liquidity, firstly make a correction by using bias beta, while the condition of Jakarta Stock Exchange is nonsynchronous trading. Sample consists of 77 company which are perform corporate action as a stock split for the period 1999 up to 2003. The examination of the contents of stock split announcement Single Index Model (William Sharpe, 1963) and bias beta correction using Fowler and Rorke method (1983) with four lags and four leads. Comparison of stock liquidity before and after stock split using paired sample test. Result of this research shows that content of stock split has information where statistic result negatively responded, but significantly responded by market around the date of stock split. The differences stock liquidity before and after stock split are not significant
Kata Kunci : Stock Split,Likuiditas Saham, Stock Split, Information content, Non-synchronous trading, Stock Liquidity