Comparison between deviation standard and value at risk in measuring risk of portofolio
ARYAWAN, Fathony Adi, Indra Wijaya Kusuma, Dr.,MBA
2005 | Tesis | Magister ManajemenBanyak instrumen dari investasi yang memberikan kesempatan bagi investor untuk menanamkan modalnya, seperti saham bagi investor yang menyukai resiko atau menanamkan modalnya di pasar uang bagi investor yang tida k menyukai resiko. Resiko sekarang ini telah menjadi bagian yang penting untuk menilai sebuah portofolio. Perbedaan tipe dari investor menjadikan perbedaan ajuan sebuah portofolio yang membuat perbedaan dalam menilai resiko dalam portofolio. Salah satunya, investor akan menilai dari resiko semuanya dan yang lainnya hanya akan melihat resiko dari beta saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu konsistensi dari standar deviasi dan value at risk dan juga hubungan antar keduanya yaitu standar de viasi dan value at risk dalam mengukur resiko portofolio. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah saham yang terdaftar dalam BEJ. Saham tersebut diseleksi yang mempunyai keuntungan yang diharapkan positif selama januari 2002 sampai desember 2003. Data yang dibutuhkan adalah data saham harian saat harga penutupan selama januari 2002 sampai desember 2003. Untuk perhitungan datanya dalam mengoptimalkan portofolio kita menggunakan Microsoft Excel Solver dan uji t dengan berpasangan. Setelah melaksana kan analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut: 4. Ada hubungan antara standar deviasi dan value at risk dalam mengukur resiko portofolio. 5. Ada perbedaan dalam mengukur resiko portofolio antara standar deviasi dan value at risk. 6. Kedua pengukur resiko tersebut konsisten dalam mengukur resiko portofolio.
There are a lot of investment instrument that gives opportunity to investors for invest their funds, such as stock for investors who like risk (risk taker), invest in money market that don’t like risk (risk averse) that can buy bond. Risk can be important part in assessment of portfolio. The different types of investor make different preference of portfolio that makes different preference of risk portfolio each of investor. One of investor looks the risk totally of the portfolio and the other investor only sees the risk in the beta. The purpose of this research are the writer inte nds to find out the consistency between deviation standard and value at risk in measuring risk portfolio and to find out the correlation between deviation standard and value at risk in portfolio risk. Data that use in this thesis is shares enlisted in the Jakarta Effect Exchange. Shares selected by expected monthly return, which is positive during in period perception that is January 2002 until December 2003. Data needed is daily closing price of shares that enlisted in BEJ of during period January 2002 until December 2003. to completing data calculation in optimizing portfolio we using Microsoft Excel Solver and conduct statistic test with paired sample t-test. After conducting an analysis on result of statistical calculation from the data, the researcher concluded that: 1. There is correlation between deviation standard and value at risk to measure portfolio risk. 2. There is difference in measuring risk portfolio between deviation standard and Value at Risk. 3. Both of risk measurements are consistent to measure portfolio risk.
Kata Kunci : Manajemen Investasi,Resiko Portofolio,Value at Risk