Laporkan Masalah

Kreasi nilai dalam mata rantai distribusi produk pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah

SURYANINGSIH, Femmy, Hargo Utomo, Dr.,M.Com.,MBA

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penciptaan nilai tambah dalam mata rantai distribusi industri hasil pertanian dan pola interaksi kelembagaan dalam penciptaan nilai tambah pada industri hasil pertanian. Penelitian ini mengacu pada tiga variabel yang terkait satu dengan yang lainnya yaitu: kerjasama yang berkesinambungan dalam mata rantai distribusi (intensity of relationship) ketergantungan dan saling membutuhkan antara produsen, distributor dan konsumen (dependence), dan kemampuan merespon dan menyesuaikan terhadap kebutuhan serta permintaan pasar (flexibility). Penelitian ini menjadi menarik untuk dilakukan karena para lembaga pemasar sering mengalami hambatan-hambatan dalam proses pendistribusian hasil panen, salah satunya karena sifat dari jenis produk sayursayuran yang mudah rusak. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan membagikan kuisioner dan wawancara secara langsung yang berisi daftar pertanyaan. Kuisioner disebarkan secara langsung kepada petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, dan pedagang pengecer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penciptaan nilai tambah yang terbesar adalah, petani dibandingkan dengan mata rantai yang lain, karena petani memiliki lahan yang luas, harga produk yang tinggi, dapat meramalkan harga, dapat melakukan rotasi penanaman, dan cara memasarkan produk yang baik.

The objectives of this research is identifying of creating value added on supply chain distribution farm product and interaction pattern of institution in creating value added on farm product industry. This research refers to three variable are related each other, that are intensity of relationship of supply chain distribution (intensity of relationship), dependency and necessity between producer, distributor, and consumer, response capability and adapt to necessities and market demand (flexibility). This research is attractive to do because marketer institution have obstructions in distribution process of harvest, one of them is caused by type characteristic of vegetables product is easy damaged. This research conduct of survey method with distributed the questionnaire and interview directly that it have contain list of question. The questionnaire is distributed to farmer, whole seller, and retailer directly. The result of research show that creating value added is suppose to obtain relationship beneficial to each other on distribution process. Farmer has profit value better than others in supply chain distribution because farmer has large area, high price product that can predict price, can do rotation in planting and way to sell product well.

Kata Kunci : Manajemen Pemasaran,Distribusi Produk,Pertanian, Value Added, Marketer Agriculture Institution, Farm Product, Distribution


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.