Perbandingan kinerja portofolio relatif dari strategi PER dan PSR pada saham LQ45
WAHYUDI, Dodi, Jogiyanto Hartono, Prof.Dr.,MBA
2005 | Tesis | Magister ManajemenSaat ini telah banyak dilakukan penelitian yang dilakukan oleh “money manager†untuk bisa menampilkan keadaan suatu saham dengan menggunakan variabel- variabel seperti PER, PBV, dividend yield, kapitalisasi pasar dan earning momentum yang dinamakan sebagai attribut investing. Kegunaan attribut investing adalah untuk memilih saham yang bisa menunjukkan karakteristik yang mengindikasikan kinerja investasi yang superior. PSR merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai atribut investing selain PER yang sudah sangat lazim digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah strategi PER, PSR, PSR* yang lebih rendah lebih baik daripada strategi PER, PSR, dan PSR yang tinggi dalam memilih saham yang akan dimasukkan kedalam suatu portofolio, baik dari return dan risk maupun dari kinerjanya. Dengan mengambil 20 saham berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, dibentuklah dua tipe sampel sebagai simulasi. Kemudian 20 saham tersebut dihitung PER dan PSRnya, kemudian diranking dari yang paling kecil sampai yang paling besar. Setelah diurut dari yang paling kecil sampai yang terbesar, saham tersebut dikelompokkan menjadi portofolio yang terdiri dari 5 dan 10 saham, yang disusun berdasarkan PER, PSR, dan PSR* yang rendah dan PER, PSR, dan PSR* yang tinggi. Hasil analisa terhadap sampel yang telah dibentuk menunjukkan bahwa baik portofolio yang disusun berdasarkan PER, PSR dan PSR* yang rendah dan PER, PSR dan PSR* yang tinggi menghasilkan return yang sama (sangat sedikit sekali perbedaannya) sedangkan jika dilihat berdasarkan resikonya ditemukan bahwa portofolio yang disusun berdasarkan PSR dan PSR* yang rendah mempunyai resiko lebih kecil daripada PSR dan PSR* yang tinggi pada portofolio 5 saham, begitu juga pada portofolio 10 saham ditemukan bahwa portofolio yang disusun berdasarkan PSR* yang rendah mempunyai resiko yang lebih kecil daripada portofolio yang disusun berdasarkan PSR* yang tinggi. Sedangkan kinerja portofolio berdasarkan teori Jensen, Treynor dan sharpe menunjukkan bahwa baik portofolio yang disusun berdasarkan PER, PSR dan PSR* yang tinggi dan PER, PSR dan PSR* yang rendah mempunyai kinerja yang sama kecuali kinerja portofolio 5 saham berdasarkan PSR*, portofolio yang disusun berdasarkan PSR* yang tinggi mempunyai kinerja yang lebih baik dari pada portofolio yang disusun berdasarkan PSR* yang rendah.
There are many reseach made by money manager in order to see the stock performance using a variable such as PER, PBV, Dividend Yield, Market Capitalization and earning momentum. The variable called attribut investing. The purpose of attribut investing is to give an assist for money manager to choose a stock that indicated a superior characteristic. PSR is an alternative attribute investing beside PER to choose a stock. The aim of this research is to know which among low PER, PSR and PSR* Strategy and high PER, PSR, and PSR* tha t show a better performance to choose a stock to make a portofolio. Taken 20 stock from LQ 45 base on criteria, two types of sample being conducted as simulation. From each types we calculate the value of PER and PSR, and rank it in ascending order, after the process, we make a group of portofolio contain 5 and 10 stock by its PER, PSR dan PSR* The result of shown that, low PER, PSR and PSR* and high PER, PSR and PSR* produce an equal return, and base on the risk we find that a portofolio consist of low PSR and PSR* have a better risk compare with portfolio consist of high PSR and PSR*. The performance of the portfolio base on Jensen, Treynor and Sharpe theory shown that both low PER, PSR and PSR* and High PER, PSR and PSR* produce an equal performance except for portfolio base on PSR* consist of 5 stock, the high PSR* strategy give a better performace compare with the low PSR* strategy
Kata Kunci : Manajemen Investasi, Kinerja Portofolio, PER, PSR, PSR*, deviation standard, return, Jensen, Sharpe,Treynor