The Strategic drivers of non-interest income at Indonesian Commercial Banks
SOEDJIHARTO, Vivin Christianty, Jogiyanto Hartono, Prof.Dr.,MBA
2005 | Tesis | Magister ManajemenPada awalnya, tugas utama bank adalah sebagai fungsi intermediasi dengan sebagian besar dari pendapatan datang dari pendapatan bunga. Akan tetapi akhir-akhir ini ketika suku bunga obligasi mengasilkan margin yang tipis, kemudian trend suku bunga SBI yang cenderung menurun membuat banyak bank mencari resolusi dari kesulitankesulitannya dengan cara menghasilkan beberapa tambahan penghasilan yaitu pendapatan atas fee yang menjadi salah satu bagian dari pendapatan non bunga. Hal ini dapat dilihat dari porsi rata-rata pendapatan non bunga akhir-akhir ini relatif menunjukkan trend yang mendaki di industri perbankan Indonesia. Penelitian ini menunjukkan hubungan empiris antara pendapatan non-bunga, stategi bisnis, perubahan technologi dan kinerja keuangan bank antara tahun 2000-2003. Penelitian ini menggunakan sample dari 3 kelompok bank yang diharapkan dapat mewakili industri perbankan Indonesia yaitu bank pemerintah, bank umum swasta devisa , bank asing. Alat analisis yang digunaklan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan persamaan regresi linear ganda. Hipotesis yang diajukan sebelumnya diuji untuk mencari pengaruh dari setiap variable independen terhadap pendapatan non-bunga. Dalam penelitian ini variable-variable yang akan diteliti adalah: kinerja bank (ROE), karakteristik bank (CORERATIO, LOANRATIO, BANK SIZE, FOREIGN) dan teknologi (ATMs). Secara statistik hasilnya menunjukkan bahwa variable yang akan dianalisis berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap rasio pendapatan non-bunga dan dapat dijelaskan sebesar 27.6%. Hasil uji t menunjukkan bahwa hanya variable FOREIGN yang mempunyai pengaruh terhadap rasio pendapatan non-bunga. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian belakangan oleh De Young and Rice (2004) yang hampir semua variable tersebut mempunyai pengaruh signifikan terhadap rasio pendapatan nonbunga.
In the early, the main task of a bank is as intermediary function with almost big part of banks’ income comes from interest income. But nowadays, when interest rate from bond begin generate thin margin just like in recent times, moreover declining trend of interest income from SBI, makes many banks are looking for resolution from their difficulties by means of generating some additional income that is fee based income which is becoming one of the element of non-interest income. It can be seen from mean portion of non-interest income in Indonesian banking industry relatively shows climbing trend. This study shows a number of empirical links between bank non-interest income, business strategies, technological change and financial performances between 2000 and 2003. Sample in this study are consisting of state bank group, foreign exchange group, and foreign bank that are expected represent the Indonesian Banking Industry. The analysis tool in this study is using multiple linear regressions. The hypothesis proposed before is tested to find the influence of each independent variables on noninterest income ratio. In this study variables that are going to investigate are bank financial performances (ROE), bank characteristics (CORERATIO, LOANRATIO, BANK SIZE, FOREIGN) and technology (ATMs). Statistically the result shows that the analyzed variables simultaneously affect non-interest income ratio and able to explain 27.6%. The t-test result shows that only FOREIGN variable have the influence on non-interest income ratio. This result in this study is not consistent with the recent studies by De Young and Rice (2004) that almost all variables have significant influence on non-interest income ratio.
Kata Kunci : Strategi Bisnis,Perbankan,Pendapatan Fee, Non-interest Income, Fee based Income, banks