Analysis influence of nurses's job-related satisfaction factors towards the level of absenteeism in PKU Muhamamdiyah Yogyakarta Hospital
ANDRIANI, Vera, Djamaludin Ancok, Prof.Dr.,MA
2005 | Tesis | Magister ManajemenSelain daripada dokter yang otomatis ada dalam pikiran kita jika berbicara tentang rumah sakit atau PUSKESMAS dan juga berbicara tentang pelayanan kesehatan, perawat juga sebenarnya merupakan sumber daya manusia yang sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan. Penelitian ini membahas tentang pengaruh kepuasan kerja perawat khususnya yang berhubungan dengan job-related scale terhadap ketidakhadiran kerja di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Ada 3 (tiga) tujuan yang melandasi untuk melakukan penelitian ini, yang pertama adalah mencari ada atau tidaknya hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja perawat terhadap ketidakhadiran kerja, yang kedua adalah menyimpulkan faktor kepuasan apakah yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap ketidakhadiran kerja perawat dan yang ketiga adalah memberikan saran-saran yang sekiranya diperlukan oleh pihak manajemen rumah sakit berkaitan dengan hasil penelitian ini. Pada penelitian ini, proses pengambilan sampel dilakukan pada perawat PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang berjumlah 150 orang dari total populasi sebesar 248 di rumah sakit tersebut. Sampel diambil dari seluruh ruangan atau unit yang melibatkan kinerja perawat seperti ICU, Kamar Bayi, Instalasi Gawat Darurat, Poliklinik, Instalasi Bedah Syaraf, Paviliun Sakinah, Kamar Bersalin, Paviliun Ibnu Shina, Paviliun Zam-Zam, Paviliun Mudzdalifah, Paviliun Shafa, Paviliun Multazam, Bangsal Mina, Raudhah, Bangsal Marwa dan Bangsal Arafah. Kombinasi dari purposive sampling dengan convenient sampling digunakan pada penelitian ini. Variabel bebas diwakili oleh faktor kepuasan kerja perawat seperti Autonomy and Control, Job Challenge, Work Demand, Fair Treatment dan Satisfaction with Career sedangkan variable terikat diwakili oleh tingkat ketidakhadiran kerja perawat. Wawancara dan kuisioner yang dibagikan kepada respondent adalah alat untuk mengumpulkan data. Data kepuasan perawat yang dihasilkan dari jawaban kuisioner adalah bersifat kualitatif sehingga data tersebut harus dirubah dalam bentuk angka melalui Likert Scale. Ada 5 (lima) jawaban yang termasuk dalam skala tersebut yaitu Sangat Tidak Setuju (STS) = 1, Tidak Setuju (TS) = 2, Ragu-ragu (RR) = 3, Setuju (S) = 4 dan Sangat Setuju (SS) = 5. Satu jawaban dari kelima pilihan ditandai dengan simbol (√). SPSS versi 12 digunakan dalam penelitian ini untuk memasukkan data. Data yang berhubungan dengan tingkat ketidakhadiran kerja didapat dari Kepala Bagian Sumber Daya Insani dan Kepala Bagian Keperawatan di PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode Juli 2004 sampai Desember 2004 yang mewakili 1 (satu) periode sebelum kemudian di rotasi ke unit yang lainnya. Pengukuran ketidakhadiran kerja perawat menggunakan teori Edwin B.Flippo yang mengatakan bahwa tingkat ketidakhadiran kerja lebih dari 3% adalah tinggi dan kurang dari 3% adalah rendah. Tes validitas dan reliabilitas digunakan dalam penelitian ini sebagai alat untuk mengukur apakah pertanyaan yang disajikan dalam kuisioner adalah valid dan reliable atau tidak. Analisis korelasi berganda dan regresi berganda digunakan dalam penelitian ini sebagai alat untuk membuktikan hipotesis yaitu kepuasan kerja perawat khususnya pada job-related scale berpengaruh signifikan terhadal tingkat ketidakhadiran kerja di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini menemukan bahwa hipotesis terbukti yang menyatakan bahwa kepuasan kerja perawat khususnya pada job-related scale berpengaruh signifikan terhadal tingkat ketidakhadiran kerja di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Hasil dari analisis regresi menyatakan bahwa kelima faktor yang ada pada variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ketidakhadiran kerja perawat. Faktor yang paling berpengaruh terhadap ketidakhadiran kerja perawat adalah job challenge kemudian secara berurutan adalah works demand, autonomy and control, fair treatment dan satisfaction with career. Ketidakhadiran kerja perawat dalam 1 (satu) periode di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta tergolong tinggi yaitu 3.31% sesuai dengan teori Edwin B.Flippo. Analisis dari sub variabel bebas menunjukkan bahwa faktor autonomy and control, job challenge dan work demand secara individu berpengaruh signifikan terhadap ketidakhadiran kerja sementara fair treatment dan satisfaction with career dalam konteks gaji dan kondisi lingkungan kerja secara individu tidak berpengarunh terhadap ketidakhadiran kerja perawat. Perawat memberikan kontribusi yang cukup penting untuk kemajuan bangsa kita melalui kinerja mereka di rumah sakit dan organisasi pelayanan kesehatan yang lain. Memberikan kepuasan kerja kepada perawat sangat penting untuk menekan tingkat ketidakhadiran kerja sehingga pasien akan merasa puas dan tujuan dari rumah sakit ataupun organisasi lain yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan dapat tercapai.
In spite of doctor that always lies in people’s minds when talking about health care services, nurses are also important human resources employed to achieve the common goal of hospital. This research discussed on the influence of nurse’s jobrelated satisfaction factors towards the level of absenteeism done in PKU Muhammadiyah Yogyakarta hospital. There are 3 (three) objectives of this research, like finding out the significant influence of nurse’s job-related satisfaction factors toward the level of working absenteeism, finding out the most influence nurse’s jobrelated satisfaction factor toward level of working absenteeism and also finding out the efforts of PKU Muhammadiyah Yogyakarta management to keep maintaining nurse’s job-related satisfaction factors when working at hospital. For this research, 150 samples of nurses from total nurse population of 248 in PKU Muhammadiyah hospital are used to they who assist patients at the whole hospital units such as Intensive Care Unit (ICU), Childbed, Emergency (IGD), Policlinics, Central Surgery Installation (IBS), Paviliun Sakinah, Baby Bearing Room (KBY), Paviliun Ibnu Sina, Paviliun Zam-Zam, Paviliun Mudzdalifah, Paviliun Shafa, Paviliun Multazam, Bangsal Mina, Raudhah, Bangsal Marwa, and Bangsal Arafah. The combination of purposive sampling method and convenience sampling method is used in this research. Level of absenteeism reflects the independent variable while 5 (five) dependent variables of nurse’s job-related satisfaction factors are autonomy and control, job challenge, work demand, fair treatment and satisfaction with career. Interview and questionnaire are used to collect the data. The generated answers based on questionnaires from the respondents are qualitative that the researcher uses Likert Scale in order to convert the answered data quantitative. There are 5 (five) answer categories (Strongly Disagree = 1, Disagree = 2, Neither Agree nor Disagree = 3, Agree = 4, Strongly Agree = 5) that should be ticked using the (√) symbol by the respondents in order to get quantitative data. SPSS 12.0 version is used to enter the data. Data related to the level of nurse’s absenteeism in PKU Muhammadiyah Yogyakarta hospital is generated from Nursing Department (Bagian Keperawatan) and Human Resource Department (Bagian Sumber Daya Insani) which provides the list of nurses’ absenteeism within the range time of July 2004 until December 2004 that reflects 1 (one) period for each rotation to other units. The rule of Edwin B. Flippo is used to measure absenteeism rate, which states that if it is more than 3% means high while lower than 3% means low. Validity and reliability tests are used as instruments to know whether each item within variables is valid and reliable. Multiple correlations and multiple regression analysis are used to prove this research hypothesis which states that nurse’s job-related satisfaction factors significantly affect the level of absenteeism. This research found that the hypothesis is proven, by which nurse’s jobrelated satisfaction factors significantly affect the level of absenteeism in PKU Muhammadiyah hospital. The regression analysis result shows that all independent factors are together significantly affect the dependent variable. The most influence factor that affects the level of absenteeism is job challenge and then consecutively works demand, autonomy and control, fair treatment and satisfaction with career. The rate of absenteeism in this hospital for 1 (one) period within time range of July 2004 until December 2004 is high with total average of 3.31% since it is more than 3% according to the theory of Edwin B. Flippo. Sub independent variable analysis shows that autonomy and control, job challenge and work demand significantly affect the level of absenteeism individually for each while fair treatment and satisfaction with career are not. Nurses make valuable contribution to the health and well being of our nation. Increasing their satisfaction thus decreasing absenteeism contributes to the stability hospital workplace and to the well being of our nursing and patient population.
Kata Kunci : Manajemen SUmberdaya Manusia,Kepuasan Kerja Perawat,Ketidakhadiran, nurse; job-related factors; satisfaction; absenteeism