Laporkan Masalah

Peranan rasio keuangan dan kestabilan rasio sebagai prediksi potensi kegagalan perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Burs Efek Jakarta

SUSETYONINGSIH, Reni, Sukmawati, Dr.,MM

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Penelitian ini bertujuan melakukan pengujian empiris terhadap dua kelompok perusahaan untuk menganalisis rasio keuangan yang dapat digunakan untuk memprediksi secara tepat perusahaan yang gagal dan tidak gagal. Analisis dilakukan dengan menggunakan rasio keuangan berupa rasio likuiditas: Inventory to Net Working Capital, Current Debt to Inventory, rasio solvabilitas: Funded Debt to Net working capital, Total Debt to Total Assets, rasio aktivitas: Sales to Net working Capital, Sales to Inventory, Cost of Sales to Inventory, dan rasio profitabilitas: Net Profit to Sales, Net Profit to Net Working Capital, Net Profit to Fixed Assets. Sebagai parameter kegagalan digunakan metode perhitungan ZScore Altman. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan property dan real estate yang terdaftar di BEJ. Data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini berasal dari laporan keuangan yang diambil dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan pusat data Jakarta Stock Exchange (www.jsx.co.id) selama 4 periode dari tahun 2000 sampai 2004 dan periode pelaporan keuangan didasarkan pada tahun kalender yang berakhir pada tanggal 31 Desember, sehingga dapat memastikan bahwa sampel yang digunakan tidak meliputi perusahaan dengan laporan keuangan tahunan yang berbeda-beda Penelitian ini menghasilkan fungsi diskriminan yang memiliki ketepatan cukup tinggi yang bisa digunakan sebagai prediktor dalam memprediksi atau mengklasifikasikan perusahaan property dan real estate yang diteliti. Fungsi diskriminan tersebut secara statistik dapat digunakan sebagai fungsi pembeda, oleh karena itu rasio ini dapat digunakan sebagai prediktor suatu perusahaan yang gagal dan tidak gagal. Hasil pengujian dan analisis dalam penelitian ini juga menunjukkan perbedaan yang signifikan pada rasio keuangan antara perusahaan yang gagal dan tidak gagal yang dibuktikan dengan prediktor pembeda, yaitu Total Debt to Total Assets yang merupakan prediktor yang paling kuat dan stabil dibandingkan rasio keuangan lainnya.

This research intended to examination of empiric of two company group for financial ratio analysis able to be used to prediction precisely unsuccessful company and successful company. Analysis intended by using financial ratio in the form of liquidity ratios : Inventory to Net Working Capital, Current Debt to Inventory, solvency ratios: Funded Debt to Net working capital, Total Debt to Total Assets, activity ratios: Sales to Net working Capital, Sales to Inventory, Cost of Sales to Inventory, and profitability ratios : Net Profit to Sales, Net Profit to Net Working Capital, Net Profit to Fixed Assets.. As a failure parameter used calculation method of Z-Score Altman. Sample which used in this research is company of property and real estate which enlist in BEJ. Data used to test hypothesis in this research was sourced from financial statement taken away from Indonesian Capital Market Directory (ICMD) and data centre of Jakarta Stock Exchange (www.jsx.co.id) during 4 period of year 2000 until 2004 and period of financial reporting relied on calendar year ending on 31 December, this method ensures used sample will not cover company with different annual financial statement. This research yield function of discrimination owning high accuracy enough which can be used as predictor in prediction or classify company of property and real estate which carefully. Function of discrimination the statistically can be used as distinguishing function, therefore this ratio can be used as predictor for the unsuccessful company and the successful. Result of examination and analysis in this research also show difference which significance at financial ratio between unsuccessful company and successful company which is proved with distinguishing predictor, which is Total Debt to Total Assets is strongest predictor and stable compare to other financial ratio.

Kata Kunci : Kebangkrutan,Laporan Keuangan,Rasio Keuangan, financial ratio, ratio stability, predictor distinguishing factor .


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.