Pengaruh Perceived Risk dan perceived Brand Difference terhadap ketergantungan pada nama perusahaan dalam keputusan pembelian produk baru
PRADHANA, Aditya, B.M. Purwanto, Dr.,MBA
2005 | Tesis | Magister ManajemenPengetahuan terhadap merek, dikatakan sebagai alat diagnosa jika hal itu membantu dalam membedakan merek pada konteks pengambilan keputusan. Jika pengetahuan konsumen terhadap merek sebagai alat diagnosa, kurang, konsumen termotivasi untuk memperoleh informasi dari sumber-sumber lainnya yang terkait. Untuk suatu merek yang baru diperkenalkan, yang belum menetapkan fitur-fitur diagnostik, konsumen dapat membuat pertimbangan-pertimbangan terhadap nama perusahaan atau produsen merek. Penelitian ini menggunakan model yang dipakai oleh Junson Chen dan Stanley Paliwoda (2003) dimana dalam hasil risetnya menunjukkan bahwa perceived risk dan perceived brand difference merupakan faktor-faktor utama yang menentukan terhadap ketergantungan pada nama perusahaan dalam perilaku mencari variasi. Penelitian ini menekankan pada ada tidaknya hubungan antara Perceived Risk dan Perceived Brand Difference terhadap ketergantungan pada nama perusahaan dalam perilaku pembelian, menguji faktor-faktor penentu yang mempengaruhi konsumen dalam membeli produk baru, terutama dengan melihat lebih jauh perbedaan pengambilan keputusan dalam pembelian pada produk baru otomotif jenis kendaraan serbaguna (MPV). Dalam penelitian ini, analisa yang dilakukan terhadap produk baru adalah analisa terhadap corporate brand, yaitu : merek yang mewakili terhadap perusahaan secara keseluruhan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perceived risk berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketergantungan pada nama perusahaan dalam keputusan pembelian produk baru kendaraan serbaguna (MPV), sedangkan variabel perceived brand difference tidak berpengaruh. Nilai koefisien korelasi multiple R sebesar 0.291 menunjukkan hubungan antara perceived risk dan perceived brand difference terhadap ketergantungan pada nama perusahaan dalam keputusan pembelian produk baru memiliki hubungan yang lemah. Di masa yang akan datang perlu dipertimbangkan untuk mengembangkan variabel bebas bila dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai perilaku pembuatan keputusan terhadap nama perusahaan dalam pembelian produk baru
Knowledge is said to be a diagnostics if it helps differentiate the brand in a decision-making context. If consumers’ brand knowledge is insufficiently diagnostic, they may be motivated to obtain information from other related sources. Therefore, for a newly introduced brand, which has not established diagnostics features, consumers may need to make judgments based on brand’s manufacturer. This research uses the model that had been proposed by Junson Chen and Stanley Paliwoda (2003) which the findings of the research lead to the conclusion that perceived risk and perceived difference are the two main factors that determine whether consumers will rely on the company name in consumer variety seeking. The objective of this research is examines how far the relation between perceived risk and perceived brand difference to the rely on the company name in buying behavior, examines the factors that influence consumers in buying new product, mainly to deeply understand the decision making behavior in buying new product of multi purpose vehicle. On this research, the analyze to new product means the analyze to corporate brand. The result of this research shows that perceived risk has positive influences to the rely on the company name in the new product buying decision of multi purpose vehicle, while the variable perceived brand difference doesn’t. The correlation coefficient multiple R is 0.291, it shows that the influence of perceived risk and perceived brand difference to the variable rely on the company name in the new product buying decision is weak. In the future, it is necessary for researcher to extent the independent variables.
Kata Kunci : Manajemen Perusahaan,Pengambilan Keputusan,Perceived Risk, buying decision behavior, company image