Evaluasi pola kemitraan dalam pengelolaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Wilayah Pertamina Unit Pemasaran III
HARTADI, Okky R, B.M. Purwanto, Dr.,MBA
2005 | Tesis | Magister ManajemenPeranan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam distribusi BBM dalam negeri sangat penting dan vital, karena selain berfungsi sebagai dealer/distributor/agent, SPBU ini sekaligus juga berfungsi sebagai ujung tombak Pertamina dalam melaksanakan fungsi sosialnya (Public Service Obligation) yang dibebankan pemerintah terhadap Pertamina yang dalam tesis ini mengambil wilayah UPms III sebagai objek penelitian. Dari sekitar 878 SPBU yang ada diwilayah UPms III, hampir 97% adalah berbentuk DODO (dealer owned dealer operated) yaitu SPBU yang dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh mitra bisnis Pertamina, dan sisanya berbentuk CODO (company owned dealer operated) yaitu SPBU yang dimiliki secara patungan oleh Pertamina dengan mitra bisnis swasta. Komposisi ini tentunya membawa pengaruh besar dalam kebijakan Pertamina dalam mengelola hubungan kerja (pola kemitraan) dengan para pemilik SPBU sebagai mitra bisnisnya. Dari berbagai masukan, survei dan kajian yang pernah dilakukan sebelumnya di lingkungan internal UPms III, ternyata sistem pola kemitraan yang ada saat ini masih mengandung kelemahan khususnya dalam hal kontrol Pertamina terhadap proses bisnis SPBU sehari-hari, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi citra Pertamina sebagai suatu entitas bisnis dan juga dalam melaksanakan tugas dan fungsi sosialnya. Tesis ini mencoba mengevaluasi sistem pola kemitraan yang diterapkan oleh UPms III khususnya dalam kaitannya dengan UU no 22 tahun 2001 yang esensinya memperbolehkan operator asing dalam memiliki dan mengelola SPBU di dalam negeri, perubahan kebijakan publik makro pemerintah ini tentunya akan membawa perubahan dalam industri distribusi migas dalam negeri nantinya. Penelitian ini sifatnya adalah eksploratif yaitu mencoba menggali dan mengidentifikasi pendapat dan saran para responden perihal isu yang diteliti dan merumuskannya dalam suatu temuan yang terstruktur yang hasilnya diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan bagi Pertamina khususnya UPms III dalam menyempurnakan sistem pola kemitraan saat ini kearah yang lebih baik dan sebagai masukan bagi penelitian-penelitian lanjutan yang berhubungan dengan topik yang dibahas dalam tesis ini.
The role of SPBU (petroleum station) in the local market is very critical and vital, because as a dealer/distributor/agent for Pertamina, SPBU is also functioning as a marketing arm for Pertamina to carry out its Public Service Obligation (PSO) as required by the Indonesian government. From total of 878 SPBUs that currently exist in UPms III, almost 97% is in the form of DODO (dealer owned dealer operated), a SPBU that is owned and managed by the private partner and the rest of 3% is in the form of CODO (company owned dealer operated) a joint venture between Pertamina and its private business partner. The composition of this ownership (97% versus 3%) for sure does impact Pertamina’s policy in managing its partnership relationship with the SPBU owners. From various inputs, surveys that had been received so far, there are some weaknesses in the current partnership system especially in the control aspect of UPms III towards the daily business processes of the SPBU which ultimately could jeopardy the Pertamina company image both as a business entity and as a public service provider as well. This thesis is trying to evaluate the current partnership policy system that is adopted by UPms III in managing its partnership relationship with the SPBUs especially in line with the newly issue Government Regulation number 22, 2001 which has allowed foreign investors to enter the SPBU business in Indonesia local market. This government’s new policy in the oil an gas industry will change the SPBU industry structure soon. This is an explorative research model which is trying to explore, and identify issues, opinions from respondents and summarize it in a structured result that is expected to be used as an input for UPms III for further improvement for the current system as well as input for further research in related topics.
Kata Kunci : Manajemen Perusahaan,Kemitraan,SPBU, Partnership, DODO/CODO, business process, government regulation no 22, 2001, SPBU (petroleum station)