Pengaruh informasi bernutrisi dan kesadaran informasi terhadap kepuasan kerja :: Studi pada Knowledge Workers di Perusahaan Penerbit dan Percetakan Kanisius
PURNAWIRAWATI P., Ermina Hari Desta, Hani Handoko, Dr.,MBA
2005 | Tesis | Magister ManajemenSebuah perusahaan penerbitan dan percetakan agar dapat memiliki keunggulan dalam berkompetisi di era globalisasi dan informasi perlu meningkatkan pengelolaan, pengaksesan, dan pentransferan informasi di lingkungan kerja. Sebagai sebuah organisasi yang dalam kegiatan operasionalnya melibatkan knowledge workers, informasi menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan knowledge workers dalam meningkatkan keahlian mereka. Untuk mengetahui tingkat signifikansi dari kebutuhan informasi ini, maka dilakukan penelitian yang menguji hipotesis-hipotesis tentang hubungan antara kepuasan kerja dengan dimensi-dimensi informasi bernutrisi dan kesadaraan informasi organisasional. Penelitian ini dilakukan secara khusus pada knowledge workers dari posisi staf sampai manejer di Penerbit- Percetakan Kanisius, Yogyakarta. Sehubungan dengan penelitian tersebut, maka dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan ke empat departemen yakni, departemen redaksi, produksi, pemasaran, dan administrasi. Jumlah kuesioner yang dibagikan dalam penelitian ini sebanyak 50 buah. Seluruh kuesioner tersebut dapat terkumpul dan diolah dengan menggunakan hierachical regression analysis. Analisis tersebut menggunakan tiga variabel yaitu, variabel dependen, independen dan variabel kontrol. Kepuasan kerja merupakan variabel dependen. Variabel independen meliputi informasi bernutrisi dan kesadaran informasi organisasional. Informasi bernutrisi mencakup dua dimensi yaitu evaluasi dan karir. Kesadaran informasi organisasional terdiri dari empat dimensi meliputi motivasi, training, kemudahan, dan dukungan finansial. Sedangkan variabel kontrol yang dimaksud berupa faktor-faktor demografi yaitu usia, gender/jenis kelamin, departemen, pendidikan, jabatan, dan masa kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara informasi bernutrisi dan kesadaran informasi organisasional terhadap kepuasan kerja. Dimensi informasi bernutrisi yang signifikan pengaruhnya terhadap kepuasan kerja adalah dimensi karir. Hal ini berarti bahwa semakin besar perhatian organisasi terhadap informasi yang berkaitan dengan peningkatan karir, akan berakibat semakin tinggi tingkat kepuasan kerja karyawan. Demikian pula halnya dengan dimensi dukungan finansial yang merupakan dimensi kesadaran informasi organisasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Artinya bahwa semakin besar dukungan finansial yang diberikan oleh perusahaan pada karyawan untuk memperoleh informasi dalam upaya meningkatkan keahlian para karyawan akan meningkatkan pula kepuasan kerja knowledge workers. Sedangkan faktor demografi yang ditemukan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja adalah departemen, yang berarti ada perbedaan yang berarti antar departemen terhadap kepuasan kerja knowledge workers. Berdasarkan kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh tersebut, maka terungkap cara-cara yang dapat dipertimbangkan oleh Penerbit dan Percetakan Kanisius dalam mengelola kebutuhan informasi bagi knowledge workers agar organisasi tersebut dapat lebih sukses dalam menjalankan usahanya di era globalisasi dan informasi.
In order to have the competitive advantage in the information and globalization era, a publishing and printing company needs to improve the process, access, and transfer of information in the working environment, As an organization that is involved knowledge workers in its operational activity, information becomes very important in fulfilling the need of knowledge workers in improving their skills. In order to find out the degree of significance of this information need, a research has been conducted to test the hypotheses of the relationship between job satisfaction with nutrient information (NI) and organizational information consciousness (OIC) dimensions. This research has specifically been focused on the knowledge workers from staff to manager levels at Penerbit-Percetakan Kanisius, Yogyakarta. In relations to this research, data gathering has been done through distributing questionnaires at 4 (four) departments, editorial, production, marketing, and administration departments. The number of the questionnaire distributed in this research is 50 questionnaires. All questionnaires can be collected and processed using hierarchical regression analysis. This analysis uses 3 (three) variables, dependent, independent, and control variables. Job satisfaction is the dependent variable. The independent variable consists of NI and OIC. Nutrient information covers two dimensions, evaluation and career. OIC composes of four dimensions motivation, training, ease, and financial support. Whilst control variable covers demographic factors that consists of age, gender, department, education, level, and tenure. The result of the analysis shows that there is significant impact towards the job satisfaction is career dimension. This means that the greater the attention of the organization towards the career advancement will result in the higher job satisfaction of the employee. Financial support dimension that is part of OIC dimensions also has significant impact towards job satisfaction. This means that the bigger the financial support given by the company to the employees obtaining information in improving the skills of the employees will improve the job satisfaction of the knowledge workers. Meanwhile the demographic factor was discovered to have a significant impact towards the job satisfaction is department, meaning there is meaningful difference amongst departments towards the job satisfaction of the knowledge workers. Based upon the conclusions above, some proposed ways were revealed to be used by Penerbit-Percetakan Kanisius in managing the information need for the knowledge workers so that the organization can be more successful in managing its business in the information and globalization era.
Kata Kunci : Manajemen Sumberdaya Manusia,Kepuasan Kerja,Kesadaran Informasi, Knowledge workers, nutrient information, OIC, job satisfaction, and demographic factors.