Laporkan Masalah

Analisis hubungan Self Efficacy dengan Resistance to Change karyawan PT "B"

DAMAYANTI, Natalia, Gugup Kismono, Drs.,MBA

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Suatu organisasi pada dasarnya tidak akan terlepas dari tuntutan untuk selalu berubah dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tuntutan untuk berubah ini dapat berasal dari luar maupun dari dalam lingkungan perusahaan atau external & internal forces. Perubahan organisasi yang radikal atau inovatif akan memiliki dampak negatif pada level individual seperti meningkatnya kecenderungan resistance to change, meningkatnya stres dan timbulnya keluhan sakit pada karyawan, hilangnya self esteem serta berkurangnya kepercayaan serta kesetiaan pada perusahaan. Self efficacy merupakan salah satu faktor yang diyakini dapat membantu karyawan untuk lebih baik dalam mengelola perubahan serta menjadikan karyawan lebih siap untuk menerima perubahan dan mengurangi resistance to change mereka. Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan self efficacy dan resistance to change. Studi dilakukan pada PT B di Bali. Analisa hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan software SPSS terhadap butir self efficacy dan resistance to change yang telah melalui uji reliabilitas dengan menggunakan teknik analisis korelasi untuk melihat arah hubungan antara variabel self efficacy dengan resistance to change. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara Self Efficacy dengan Resistance to Change sebesar -0,416. Dengan demikian, nilai koefisien korelasi sebesar -0,416 tersebut menunjukkan bahwa self efficacy dan resistance to change memiliki korelasi negatif dengan taraf siginifikansi yang tinggi (sig.0,000). Hal ini berarti bahwa semakin tinggi self efficacy yang dimiliki oleh responden, semakin rendah resistance to changenya. Implikasi managerial bagi perusahaan adalah bahwa dengan memahami hubungan antara self efficacy dengan resistance to change, organisasi dapat mengadakan program-program untuk meningkatkan self efficacy ini seperti misalnya dengan memberikan pelatihan agar karyawan dapat beradaptasi dengan perubahan dan tuntutannya, melakukan coaching dan counseling sebagai langkah persuasif untuk meyakinkan karyawan akan kemampuannya untuk beradaptasi dengan perubahan, dan memberikan apresiasi kepada karyawan yang dianggap berhasil atau berprestasi agar dapat menjadi role model bagi karyawan lainnya Untuk mengurangi resistance to change, selain dengan meningkatkan self efficacy karyawan juga dapat diatasi dengan cara memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya jauh sebelum perusahaan akan melakukan perubahan agar karyawan memiliki waktu untuk menyesuaikan diri, meninjau kembali rencana kerja dan beradaptasi dengan perubahan.

Organization will always encounter many different forces to change and adapt with its environment. These forces come from external sources outside the organization and internal forces. Radical and innovative change will have a negative effect on individual within the organization, such as resistance to change. It could also contribute to a number of problems at the individual level, including increased stress and illness, loss of self esteem, reduced trust and loyalty. Self efficacy perceived as a factor exerts a mediating effect on readiness for individual and organizational change which alleviate employees in dealing and adapting with change and reducing their resistance to change The objective of this study was to analyze the relations of self efficacy and resistance to change of the PT B’s employees in Bali. Hypothesis analysis carried out by correlating the self efficacy and resistance to change variables to examine the directions of relation of both variables using SPSS software. Result revealed that there was a negative correlation of -0,416 between self efficacy and resistance to change. The correlations coefficient determines that self efficacy negatively correlated to resistance to change with a high significance level (sig.0,000) which means the higher self efficacy, the lower resistance to change Managerial implication of the study is that awareness of this result can help organization to determine and develop programs to enhance employees’ self efficacy through training, coaching and counseling, and appreciate outstanding employees so they can become role model for other employees. Aside from enhancing self efficacy to reduce the resistance to change, company could also inform its employees prior the organizational change to provide employees with appropriate time to prepare themselves to accept the change, re-plan their work schedule and adapt with the change.

Kata Kunci : Manajemen Sumberdaya Manusia,Self Efficacy,Perubahan Organisasi, self efficacy, resistance to change, organizational change


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.