Reaksi pasar perusahaan pengakuisisi terhadap peristiwa merger dan akuisisi
WULANDARI, Retno, Sukmawati, Dr.,MM
2005 | Tesis | Magister ManajemenDalam hal pengembangan usaha, beberapa perusahaan cenderung melakukan merger dan akuisisi untuk mendapatkan sinergi antara perusahaan pengakuisisi dan perusahaan target. Sinergi adalah alassan utama dilakukannya merger dan akuisisi, dimana sinergi tersebut diharapkan dapat mencapai tujuan perusahaan yaitu mendapatkan laba investasi yang lebih tinggi di masa depan dan meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Berdasarkan pemikiran tersebut, tujuan utama penelitian ini adalah untuk melihat reaksi pasar terhadap keputusan merger dan akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan pengakuisisi. Penelitian ini menguji reaksi pasar terhadap perisatiwa merger dan akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan pengakuisisi. Pengujian akan dilakukan melalui pendekatan perubahan harga saham diseputar peristiwa merger dan akuisisi. Penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan rata-rata abnormal return saham perusahaan antara periode sebelum dan periode sesudah peristiwa merger dan akuisisi. Langkah-langkah dalam metode ini meliputi perhitungan return saham dari masing- masing perusahaan dalam periode 70 hari sebelum peristiwa merger dan akuisisi dan 6 hari sesudah merger dan akuisisi. Dalam periode yang sama mencari return pasar harian dengan menggunakan Indeks Harga Saham Gabungan. Langkah berikutnya adalah menghitung abnormal return dari masing-masing perusahaan. Dengan menggunakan abnormal return masing-masing perusahaan dalam periode 70 hari sebelum peristiwa merger dan akuisisi dan 6 hari sesudah peristiwa merger dan akuisisi maka akan diperoleh average abnormal return sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Langkah terakhir adalah mengji uji statistik dengan menggunakan uji paired sample t-tes. Dari uji statistik dapat dilihat bahwa nilai t-statistik (0,262) lebih kecil dibanding dengan nilai t-tabel (2,023), dengan demikian berarti tidak ada perubahan yang berarti antara abnormal rturn saham sebelum dan sesudah merger dan akuisisi, sehingga pasar tidak bereaksi terhadap keputusan merger dan akuisisi.
Many corporate tend to conduct corporate action, such as merger and acquisition, to create synergy between the corporate and target companies. Synergy is the main reason for merger and acquisition in order to achieve corporate goal, which is to improve profitability and to enhance investment return for shareholders. Referring to the above mentioned idea, the main purpose of this research is to study Market Reaction toward merger and acquisition. This research tests Market Reaction toward merger and acquisition, by reviewing stock price of the acquirers, in the case of acquisition, and the surviving entities, in the case of merger, over a certain period of time before and after merger and acquisition. In addition, this research will also compare stocks’ average abnormal return before and after merger and acquisition. In principle, there are several steps to be conducted to complete this research as follows: first, calculating stock return of each company 70 days before and 6 days after merger and acquisition; second, calculating market return represented by Jakarta Composite Index (JCI); third, calculating stocks’ abnormal return of each company 70 days before and 6 days after merger and acquisition; and finally, statistical test using paired sample t-test. The research states that t-statistical value of 0.0262, or lower than t-table value of 2.023, which give a clear indication that there is no significant change on stock abnormal return before and after merger and acquisition. In other word, it is can be inferred that Market Reaction toward the merger and acquisition is insignificant.
Kata Kunci : Merger dan Akuisisi,Reaksi Pasar, Merger and Acquisition, Abnormal Return, Market Reaction.