Volatilitas saham di Indonesia periode tahun 1995-2005
BUDIHARJO, Andi, Sukmawati, Dr.,MM
2005 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui volatilitas saham di Indonesia, apakah terjadi peningkatan volatilitas saham individual di Indonesia secara signifikan. Selain itu penelitian ini juga meneliti mengenai volatilitas portofolio saham di Indonesia untuk mengatahui apakah volatilitas portofolio saham di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Jika terjadi peningkatan volatilitas portofolio maka berapa jumlah saham yang harus ditambahkan dalam portofolio supaya tingkat volatilitasnya sama dengan awal periode penelitian. Untuk mengetahui volatilitas saham di Indonesia maka digunakan data harga saham semua perusahaan yang listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang berjumlah 331 perusahaan. Periode yang digunakan adalah dari 2 Januari 1995 – 29 April 2005. Data harga saham yang digunakan adalah data harga saham harian. Indeks pasar menggunakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Volatilitas saham diukur dengan menggunakan sisa return saham. Jumlah saham yang harus ditambahkan dalam portofolio supaya mempunyai volatilitas yang sama antara awal dan akhir periode penelitian dihitung dengan menggunakan kelebihan deviasi standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan volatilitas saham individual di Indonesia antara tahun 1995 dan 2005, yaitu sebesar 29%, peningkatan ini tidaklah terlalu signifikan. Sedangkan untuk volatilitas portofolio mengalami peningkatan sebesar 10,7%. Jumlah saham yang harus ditambahkan pada portofolio 5 saham supaya tingkat volatilitas pada akhir periode penelitian sama dengan pada awal periode penelitian adalah lebih dari 50 saham.
The objective of this observation is to find about volatility of Indonesian stocks, does volatility of individual stocks in Indonesia increase seignificantly? The other objective is to find about volatility of portfolios which consist of Indonesian stocks, does volatility of Indonesian portfolios increase significanlt? If volatility of Indonesian portofolios increases, how much stocks must be added to the portfolios in order to get same volatility of Indonesian portfolios in the beginning and end period of observation. This observation use closed price all stocks that are listed in Jakarta Stock Exchage (JSX). Total companies that are listed in JSX is 331 companies. The period of data which are use in this observation is from January 2nd 1995 until April 29th 2005. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) is used for market index. IHSG and stocks price use daily price. Stocks volatility is measured by using residual return, while the amount of stocks that must be added to the portfolio in order to get same volatility between beginning and ending period of observation is measured by using excess standard deviation. The result of the observation shows that volatility of individual stocks in Indonesia had increased 29%. It means that the volatility doesn’t increase significantly. Volatility of portfolio had increased too, it had increased 10,7%. The amount of stocks that must be added to portfolio which consist of 5 stocks in order to get same volatility between beginning and end period of observation is more than 50 stocks.
Kata Kunci : Pasar Modal,Volatilitas Saham, volatility, risk, residual return, portfolio, stocks, return, standard deviation