Laporkan Masalah

Analisis perbedaan tingkat kepuasan pengguna paket Software Perkantoran berbasis Open-Source dan komersial

RAHMAN, Taufiq, Didi Achjari, Dr.,M.Com

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Dengan diberlakukannya Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta atau lebih dikenal dengan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), perusahaan harus menggunakan software asli berlisensi yang berdampak pengeluaran biaya yang relatif besar. Perkembangan software berbasis opensource merupakan suatu alternatif yang patut dipertimbangkan oleh dunia bisnis, dengan sistem pendistribusian yang unik dan tidak memerlukan banyak dana untuk pembayaran lisensi. Meskipun demikian masih banyak kalangan di dunia bisnis masih ragu untuk menggunakan paket software perkantoran open-source. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat perbedaan kepuasan pengguna paket software perkantoran berbasis open-source dan komersial. Kepuasan pengguna diukur dengan menggunakan intrumen survei yang dikembangkan oleh Doll dan Torkzadeh (1988) yang dikenal dengan nama End- User Computing Satisfaction (EUCS). Instrumen survei tersebut terdiri dari 12 pertanyaan yang terbagi dalam 5 faktor kepuasan pengguna, yaitu: muatan (content), ketelitian (accuracy), format, rentang waktu (timeliness), dan kemudahan penggunaan (ease of use). Responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah pengguna akhir (enduser) yang aktif memanfaatkan paket software perkantoran dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kuesioner disebarkan dengan media email melalui mailling- list seperti Awari, Mudawijaya, Genetik@, Jogja- linux, Indo-Linux, linux-aktivis, serta daftar responden yang sesuai dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya perbedaan tingkat kepuasan antara pengguna open-source dan komersial (bahkan secara rata-rata tingkat kepuasan software open-source lebih tinggi walaupun tidak signifikan) menunjukkan bahwa software open-source dapat dijadikan alternatif untuk menggantikan software komersial. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dengan cara mengurangi bahkan meniadakan biaya pembelian lisensi dalam implementasi software apabila menggunakan software open-source, mengingat software open-source mempunyai kelebihan berupa harga yang lebih murah bahkan bisa gratis.

The implementation of Act No.19 Year of 2002 about Copy Right known as Intelectual Property Right (IPR) prosecute every company to use licensed software. The use of software that based on open-source is an alternative that should be considered by business environment. This trend followed by the growth of software developer community all over the world with their uniquely distribution and lesser cost to pay the license. Meanwhile, a lot of business environment still hesitate to use software that based on open source. This study compare the level of office software package user’s satisfaction between open-source and commercial. User satisfaction measured by survey instrument developed by Doll dan Torkzadeh (1988), known as End-User Computing Satisfaction (EUCS). Those instrument consists of 12 questions of 5 user satisfaction aspects, that is content, accuracy, format, timeliness, and ease of use. Respondents of this research are end user that actively using office software in their job tasks. Quetionaire was distributed using email through mailling- list such as Awari, Mudawijaya, Genetik@, Jogja-linux, Indo- Linux, linux-aktivis, and listed responden that meets the requirements using purposive sampling method. The results of this research suggest that there is no significant different between open-source and commercial user satisfaction. This indicates that open source software can be used as an alternative of commercial software in a company.

Kata Kunci : Manajemen Perusahaan,Teknologi Informasi,Software Perkantoran,Kepuasan Pengguna, Open source, EUCS, end-user, end user satisfaction, user satisfaction, software package


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.