The Evaluation of E-Government implementation in the Yogyakarta Municipal Government from the perspective of management
ANDYONO, Gebyar, Surahyo, B.Eng.,M.Eng.Sc
2005 | Tesis | Magister ManajemenPada dasarnya e-government merujuk pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh agen-agen pemerintah untuk terhubung kepada masyarakat, pebisnis dan pemerintah lainnya, dengan tujuan untuk membuat pemerintahan yang lebih efisien dan efektif; mampu untuk menyediakan akses yang lebih besar kepada informasi; memfasilitasi jasa-jasa pemerintahan yang lebih mudah diakses; dan untuk membuat pemerintahan yang lebih akuntabel untuk masyarakat. Pemerintahan Kota Yogyakarta mengimplementasikan e-government ini untuk mendapatkan keuntungankeuntungan tersebut. Penelitian ini mencoba untuk menggambarkan dan mengevaluasi kondisi saat ini dalam pelaksanaan e-government di Pemerintahan Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan survai. Penulis menggunakan panduan wawancara yang sudah dimodifikasi dari E-government Readiness Self-Assessment Survey (2001) dan Egovernment Capacity Check Diagnostic Tool (2000). Instrument penelitian lainnya adalah kuestioner yang dikembangkan oleh penulis. Isu-isu yang muncul selama penelitian ini adalah Walikota yang berperan sebagai egovernment champion memainkan peran yang strategis, kurangnya atau tidak adanya dokumen resmi yang tertulis mengenai Visi dan Misi Walikota dan juga mengenai rencana strategis dan cetak biru. Issu-issu lainnya adalah nilai dari self-assessment yang relatif berada pada kisaran yang rendah, untuk nilai kapasitas e-governemnt mendapatkan nilai yang tertinggi (nilai 3-4) untuk kriteria-kriteria arsitektur (data, aplikasi, teknologi dan jaringan), dan nilai yang tinggi juga untuk kriteria kepuasan klien. Beberapa isu-isu yang berkaitan dengan hal teknis adalah teknologi saat ini merupakan fokus utama dalam pengembangan, keberadaan website lebih untuk penyediaan informasi untuk masyarakat dan tidak untuk melaksanakan transaksi pemerintahan, tidak adanya budaya digital dan rerangka evaluasi, dan kerja tulis manual sangat penting dan harus dilaksanakan bersamaan dengan kerja digital. Beberapa rekomendasi oleh penulis untuk mengembangkan pelaksanaan egovernment yang lebih baik adalah mengenai pembuatan dan pengkomunikasian evision, rencana strategis dan cetak biru e-government, penyelesaian pemetaan bisnis, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk dikembangkan adalah value chain integration, penilaian kesiapan publik, dan faktor-faktor sukses/manajemen performa. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dalam bidang komunikasi dan budaya.
E-Government basically refers to the use of Information and Communication Technologies by government agencies to communicate with citizens, business partners and other government agencies in order to make more efficient and costeffective government, to be able to provide greater public access to information, to facilitate more accessible government services, and to make government more accountable to citizens. Municipal Government of Yogyakarta has been implementing e-government to gain those advantages. This research tries to describe and evaluate the existing condition of e-government implementation in the Municipal Government of Yogyakarta. The research methodology used in this research was descriptive research designed by using survey approach. The writer used interview guideline modified from EGovernment Readiness Self-Assessment Survey (2001) and E-Government Capacity Check Diagnostic Tool (2000). Another research instrument was questionnaire developed by the writer. The issues emerged during this research were that The Mayor as the e-government champion played strategic role, and lack of official written documents about the vision and mission of the Mayor as well as about strategies and blueprint. Other issues were the self-assessment score that was relatively in low-score range and the egovernment- capacity score that reached the highest (3-4 rate) for the criteria of architecture (data, application, technology and network), including for the criteria of client satisfaction. Several technical issues were that the recent technology was the main focus in development; the existing website was mostly for providing information for the community and for conducting government transactions; digital culture and evaluation framework were not in place; and the paperwork was very important and must be conducted along with the digital work. Several recommendations given by the writer in order to develop a better e-government implementation are concerning the crafting and communicating e-vision, egovernment strategic plan and blueprint, and the finishing of business mapping. Several matters considered to develop are value chain integration, public readiness assessment, and success factors/performance management. Further research is necessary in the field of communications and culture.
Kata Kunci : Teknologi Informasi,E,Government,Pemerintahan Kota, e-government, evaluation, Municipal Government of Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia