Laporkan Masalah

Pengukuran risiko kredit debitur UKM berdasarkan New Basel Capital Accord :: Studi kasus pada Bank Danamon

SUTARTO, Zaki Baridwan, Prof.,Dr.,M.Sc

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Kuantifikasi risiko kredit bermanfaat bagi bank dalam menentukan provisi dan cadangan untuk mengatasi kerugian yang ada (expexted loss) serta memperkirakan besarnya economic capital yang harus tersedia untuk menyerap potensi risiko kredit yang akan muncul (unexpected loss). Metode standardised approach dalam Basel II merupakan salah satu metode perhitungan risiko kredit yang paling sederhana tanpa mengabaikan ketepatan. Dalam penelitian ini penulis membandingkan penerapan metode tersebut dengan metode perhitungan risiko kredit yang selama ini digunakan perbankan di Indonesia berdasarkan Basel 1998. Penelitian dilakukan terhadap debitur usaha kecil dan Menengah (UKM) pada salah satu bank swasta di Indonesia berdasarkan kelompok grading/rating internal dan jenis usaha debitur. Hasil penelitian menghasilkan kesimpulan perhitungan risiko kredit yang lebih kecil apabila menggunakan metode standardised approach dibandingkan dengan metode ATMR (Basel 1998) yang selama ini berlaku. Hasil penelitian juga membuktikan terdapat perbedaan besarnya risiko kredit dan adanya hubungan antara risiko kredit dengan rating internal debitur. Penulis tidak menemukan perbedaan yang signikan dalam perhitungan risiko kredit berdasarkan jenis usaha debitur.

Credit risk quantification support bank to provide provision and allowances to cover expected loss and prepare economic capital to cover unexpected loss. Standardised approach method in New Basel Accord is one of methodologies for calculating capital requirements for credit risk with simplicity and accuracy. In this paper We evaluate implementation of the new method compared with existing method (Basel 1998) in Indonesia banking environments. We calculated credit risk for small and medium enterprises (SMEs) debtors in one of private large bank in Indonesia based on internal rating and debtor’s business. We finds that the credit risk calculation much lower if we used standardised approach compared with ATMR method (Basel 1998). We find evidence there is differences and correlations between credit risk and internal rating. But there is no significance evidence for differences between credit risk and debtor’s business.

Kata Kunci : Manajemen Perbankan, Resiko Kredit, New Basel Capital Accord, Credit Risk Management, New Basel Accord, standardised approach.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.