Analisis hubungan kepuasan terhadap aspek motivasi intrinsik, ekstrinsik dan Organizational Citizenship Behavior karyawan tingkat manager PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
HANDAYANI, Rosma, Djamaludin Ancok, Prof.Dr.MA
2005 | Tesis | Magister ManajemenSetiap perusahaan tentu mempunyai berbagai tujuan yang hendak dicapai. Tentu saja untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut perusahaan perlu mendayagunakan semua sumber dayanya yang dimiliki. Sumber daya manusia sebagai asset penting, merupakan sumber daya yang peling penting untuk didayagunakan. Pendayagunaan sumber daya tersebut dapat dilakukan dengan pemberian motivasi. Memotivasi karyawan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap keberhasilan perusahaan. Motivasi kerja diduga dapat mempengaruhi munculnya Organizational Citizenship Behavior (OCB) OCB adalah perilaku karyawan untuk mengerjakan tugas-tugasnya melebihi dari peran yang telah disyaratkan kepadanya. Timbul adanya suatu kerelaan dari karyawan untuk mengerjakan tugas-tugas melebihi tugas-tugas pokok yang dibebankan kepadanya meskipun tidak memperoleh reward formal dari organisasi atas perilakunya tersebut. Kunci utama OCB adalah membantu rekan kerja lain secara sukarela dalam menangani permasalahan yang berhubungan dengan pekerjaan. OCB diyakini dapat meningkatkan kefektifan fungsi-fungsi organisasi. Berkenaan dengan hal tersebut, maka tulisan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepuasan terhadap aspek motivasi intrinsik, ekstrinsik dan OCB karyawan. Penelitian dilakukan di Bank Mandiri. Subyek penelitian atau responden dalam penelitian ini adalah karyawan tingkat Manager Lini dan Senior Manager yang berstatus pegawai tetap, telah bekerja di Bank Mandiri minimal 3 tahun serta berlokasi di wilayah Jakarta. Jumlah subyek penelitian sebanyak 265 responden. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur yang terdiri dari skala motivasi kerja dan skala Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan menggunakan skala Likert. Terhadap alat ukur tersebut kemudian dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Setelah teruji bahwa semua pernyataan dalam kuesioner valid dan reliabel, maka dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan metode regresi linear. Hasil regresi terhadap data yang terkumpul menunjukkan bahwa kepuasan motivasi memiliki hubungan positif terhadap OCB, meskipun besarnya relatif kecil. Berdasarkan perhitungan regresi diketahui bahwa setiap kenaikan satu satuan pada variabel kepuasan motivasi karyawan akan ikut menaikkan OCB karyawan sebesar 0,537. Diketahui pula dari persamaan regresi tersebut bahwa karyawan tetap menunjukan perilaku OCB sebesar 2,127, walaupun motivasi kerja karyawan ditiadakan. Hasil koefisien korelasi (R square) yaitu sebesar 0,256 memperkuat analisis bahwa memang terdapat hubungan yang positif meskipun sangat lemah antara kepuasan motivasi dan OCB. Sementara itu, koefisien determinasi (R kuadrat) menunjukkan bahwa hanya sebesar 6,55%, variabel OCB dapat dijelaskan oleh variabel motivasi. Sisanya sebesar 93,45% dapat saja dijelaskan oleh variabel lain, seperti budaya perusahaan atau komitmen organisasi. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson, diketahui bahwa aspek motivasi ekstrinsik memiliki hubungan positif yang lebih besar (0,523) terhadap OCB dibandingkan aspek motivasi intrinsik (0,427). Berdasarkan uji korelasi tersebut, maka hipotesis bahwa aspek motivasi intrinsik memiliki hubungan positif yang lebih besar terhadap OCB dibandingkan aspek motivasi ekstrinsik, pada model ini tidak terbukti. Hal tersebut dapat saja terjadi karena Bank Mandiri merupakan bank hasil merger yang masih berusia sangat muda, sehingga faktor-faktor intrinsik belum sepenuhnya di rasakan oleh karyawan baik dalam kelompok Senior Manager maupun dalam kelompok Manager Lini. Melalui uji F (ANOVA) diketahui bahwa karyawan pada tingkat Senior Manager memiliki tingkat kepuasan motivasi (mean sebesar 3,7070) dan tingkat OCB (mean sebesar 4,1785) yang lebih tinggi dibandingkan Manager Lini yang memiliki mean kepuasan motivasi sebesar 3,6778 dan mean OCB sebesar 3,9953. Uji F tersebut juga menunjukkan bahwa pada aspek motivasi intrinsik, mean Senior Manager memiliki nilai yang lebih tinggi (3,6491) dibandingkan mean Manager Lini (3,5838). Pada aspek motivasi ekstrinsik, yang memiliki mean lebih tinggi adalah Manager Lini (3,8007) sedangkan mean Senior Manager adalah sebesar 3,7826. Hasil uji korelasi juga membuktikan bahwa korelasi intrinsik Senior Manager terhadap OCB (sebesar 0,522) lebih besar dibandingkan Manager Lini yang memiliki nilai korelasi hanya sebesar 0,300. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dari perusahaan terutama untuk meningkatkan kepuasan karyawan terhadap aspek motivasi intrinsik agar perilaku OCB karyawan pun menjadi bertambah.
Every company has many objectives to achieve. They will empower all their resources to reach all these objectives. The most important resources is human resources. One of the most effective ways to empower human resources is by giving motivation. Motivated workers have a strong effect on company’s success. It is believed that good work motivation can influence workers to have Organizational Citizenship Behavior (OCB). OCB is a behavior of employees who do their jobs more than they are expected to. Those kind of employees have willingness to exceed the requirements for their jobs without a formal reward from the organization for doing so. The main key in OCB is the willingness to help other colleagues voluntarily in handling problems related to their jobs. OCB is also believed to increase organization functions effectiveness. This paper is aimed at analyzing the relationship between satisfaction of intrinsic and extrinsic motivation’s aspects on OCB employees in a company. The research for this paper was conducted in PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. The subjects or respondents for the research were permanent employees in Senior and Line Manager level who have been working for Bank Mandiri for at least 3 years in Jakarta area. Total subjects are 265 respondents. Data is gathered using questionnaire as a measurement tool consisting of motivation scale and OCB scale in Likert scale. Validity and reliability tests are done on the instruments used. Hypothesis test done by using a linear regression method was then applied after it was proven that all items in the questionnaire were valid and reliable. The regression result of the data shows a positive connection between motivation satisfaction and OCB, even though the connection was not very significant. The regression shows that every one unit raise on motivation variable will increase the OCB in the amount of 0.537. From the test, we can see that the employees constantly showed OCB of 2.127 even in the absence of motivation aspect. The correlation coefficient result (R square) of 0.256 supports the analysis that there is a positive relationship, although a very subtle one, between motivation satisfaction and OCB. Determination coefficient (R quadrate) shows that only 6.55% of OCB variable can be explained by motivation variable. The rest of 93.45% can be explained by other variables, such as company’s culture or organization’s commitment. Pearson correlation test shows that extrinsic motivation aspect has a positive connection (0.523), more than intrinsic motivation aspect (0.427) to OCB. The correlation test on this model does not prove the hypothesis which says that intrinsic motivation aspect bigger positive relationship than extrinsic motivation aspect to OCB. The fact that Bank Mandiri is just a newly established bank could probably be the reason that the intrinsic factors are not yet shared by all employees, including senior manager group or line manager group. Using the F test (ANOVA), it is found out that the Senior Manager group has the mean measures of 3.7070 on motivation satisfaction level and 4.1785 on OCB level. These measures are higher than the Line Manager with 3.6778 mean measure on motivation level and 3.9953 on OCB level. The F test also shows that the intrinsic motivation aspect in Senior Manager level (3.6491) is higher than that of the Line Manager level (3.5838). On the contrary, the mean extrinsic aspect measure for the Line Manager level (3.8007) is higher than that of the Senior Manager level (3.7826). Correlation test also proves that the extrinsic motivation aspect for the Senior Manager level (0.522) is higher than that of the Line Manager level (0.300) on the OCB. Based on the research taken in the company, there are some things they have to pay attention to, especially on how to increase the employees’ intrinsic motivation aspect in order for the employees to have a better OCB level.
Kata Kunci : Manajemen Sumberdaya Manusia,Perilaku,Organizational Citizenship Behavior, Intrinsic, extrinsic motivation aspect, organizational citizenship behavior (OCB)