Laporkan Masalah

Pengaruh kecerdasan emosional terhadap intensi pindah kerja dengan kepuasan kerja sebagai mediating pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang D.I. Yogyakarta

ASTUTI, Maya Dwi, Djamaludin Ancok, Prof.Dr.MA

2005 | Tesis | Magister Manajemen

Penelitian ini memiliki beberapa tujuan. Pertama, menelaah pengaruh kecerdasan emosional dan kepuasan kerja terhadap intensi pindah kerja di PT Bank Tabungan Negara (Persero) cabang D. I. Yogyakarta. Kedua, melihat perbedaan pengaruh kecerdasan emosional dan kepuasan kerja terhadap intensi pindah kerja karyawan. Ketiga, melihat apakah aspek-aspek kecerdasan emosional dan aspek-aspek kepuasan kerja berpengaruh terhadap intensi pindah kerja karyawan. Terakhir, melihat apakah aspek kepuasan kerja dapat dijadikan sebagai mediating dari pengaruh aspek kecerdasan emosional terhadap intensi pindah kerja. Lima puluh karyawan PT Bank Tabungan Negara Cabang D. I. Yogyakarta dilibatkan dalam penelitian ini. Para subyek penelitian diberikan tiga macam skala angket, yaitu: angket kecerdasan emosional, angket kepuasan kerja dan angket intensi pindah kerja. Berdasarkan analisis product moment, aspek kecerdasan emosional yang paling berpengaruh terhadap tinggi rendahnya intensi pindah kerja karyawan adalah aspek kedalaman emosi (r = - 0,323; p = 0,011) dan aspek kepuasan kerja yang paling berpengaruh terhadap tinggi rendahnya intensi pindah kerja karyawan adalah aspek kepuasan kerja instrinsik (r = - 0,524; p = 0,000). Dalam analisis jalur (path analysis) diketahui bahwa semua variabel dari kecerdasan emosional tidak bisa langsung mencapai variabel intensi pindah kerja tetapi harus melalui variabel kepuasan kerja dulu baru bisa mencapai variabel intensi pindah kerja. Hal ini berarti kepuasan kerja merupakan mediating dari pengaruh kecerdasan emosional terhadap intensi pindah kerja. Pengaruh tertinggi dari variabel kecerdasan emosional terhadap intensi pindah kerja melalui variabel mediating kepuasan kerja instrinsik diberikan oleh variabel kebugaran emosi (r = 0,599) sedangkan yang melalui variabel mediating kepuasan kerja ekstrinsik diberikan oleh variabel kedalaman emosi (r = 0,500). Dalam analisis regresi didapatkan hasil dengan kesimpulan sebagai berikut: Kecerdasan emosional dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap intensi pindah kerja karyawan sebesar R = 0,734; tingkat signifikansi p = 0,000. Koefisien determinan (R2) sebesar 0,539 (53,9%), hal ini menunjukkan variabel bebas yang digunakan (kecerdasan emosional dan kepuasan kerja) menerangkan dengan cukup baik variabel terikatnya (intensi pindah kerja). Berdasarkan analisis covariance, didapat F hitung 8,372; p = 0,000, hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dan kepuasan kerja dengan intensi pindah kerja. Pada analisis multikolinearitas diketahui bahwa empat variabel dari kecerdasan emosional mempunyai nilai di bawah 5 sehingga bisa disimpulkan bahwa model regresi pada penelitian ini tidak mengandung persoalan multikolinearitas.

This research has some target. First, to analyzing the influence of emotional intelligence and job satisfaction to intentions to quit of employees in PT Bank Tabungan Negara (Persero) branch office D. I. Yogyakarta. Second, to see the influence difference of emotional intelligence and job satisfaction to intentions to quit of employees. Third, to see the aspect of emotional intelligence and job satisfaction to intentions to quit of employees. Last, to see whether the aspect of job satisfaction can be as mediating from the influence emotional intelligence to intentions to quit. Fifty employees of PT Bank Tabungan Negara branch office D. I. Yogyakarta involved in this research. All of research subject given three kinds of questionnaires scale, that is: emotional intelligence questionnaires, job satisfaction questionnaires and intentions to quit questionnaires. Base on product moment analysis, the most having an effect on emotional intelligence to the high lower of intentions to quit is emotional depth aspect (r = - 0,323; p = 0,011) and most having an effect on job satisfaction aspect is intrinsic job satisfaction aspect (r - 0,524; p = 0,000). On path analysis, all variable from emotional intelligence cannot be direct reach the variable intentions to quit but have to through job satisfaction variable first. This means that job satisfaction to represent the mediating from emotional intelligence influence to intentions to quit. Highest influence from emotional intelligence variable to intentions to quit of through the intrinsic job satisfaction as variable mediating given by emotion fitness variable (r = 0,599) and which is through extrinsic job satisfaction as variable mediating given by emotion deepness variable (r = 0,500). Base on regression analysis have some result with the following conclusion: Emotional intelligence and job satisfaction have an effect on intentions to quit of employees on R = 0,734; level of significance p = 0,000. Determinant coefficient (R2) on 0,539 (53,9%), this means that independent variable (emotional intelligence and job satisfaction) make sufficient explaining to the dependent variable (intentions to quit). Base on covariance analysis, got F = 8,372; p = 0,000, this means there are significance relation between emotional intelligence and job satisfaction with intentions to quit. At multicollinearity analysis, four variable from emotional intelligence have the value under five (5) so that can be concluded that regression model at this research do not contain the problem multicollinearity.

Kata Kunci : Manajemen Sumberdaya Manusia,Kecerdasan Emosi,Kepuasan Kerja, Emotional Intelligence, Job Satisfaction, Intentions to Quit


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.