Analisis rasio keuangan untuk menilai kesehatan perbankan yang Go Public di Bursa Efek Jakarta
ZAIN, Azwar, Eduardus Tandelilin, Prof.Dr.MBA
2005 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini mencoba untuk mengangkat kasus ditutupnya kegiatan operasional bank-bank umum dan swasta nasional secara besar-besaran oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1998 atau yang lebih dikenal dengan proses likuidasi perbankan. Tujuan ya ng ingin dicapai dalam penelitian ini adalah berusaha untuk membandingkan rasio keuangan antara kelompok bank sehat dan kelompok bank tidak sehat. Dari hasil tersebut kemudian akan dapat ditentukan rasio-rasio keuangan apa saja yang mampu membedakan kedua kelompok bank tersebut melalui pembentukan model prediksi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua bank yang termasuk dalam bank go public yang listing di Bursa Efek Jakarta pada periode tahun 1995 sampai tahun 1997. Alat uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Logit Regression. Pertimbangan yang digunakan untuk memilih metode ini adalah karena tidak semua data yang ada berdistribusi normal. Metode Logit Regression ini digunakan untuk menguji hasil perhitungan dari rasio-rasio keuangan yang termasuk dalam rasio CAMEL sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Selain itu penggunaan metode Logit Regression dapat ditentukan rasio keuangan apa saja yang mampu membentuk model prediksi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan prediksi dari metode Logit Regression untuk tahun 1995 adalah sebesar 90,3 %, tahun 1996 sebesar 87,1 % dan tahun 1997 sebesar 96,8 %. Rasio-rasio keuangan yang mampu membentuk model prediksi dan membedakan antara bank sehat dan tidak sehat pada periode tiga tahun sebelum bangkrut adalah rasio RUAA, MKTA, ROA dan BOPO. Pada periode dua tahun sebelum bangkrut rasio yang membentuk model prediksi adalah MKTA, NPM dan BOPO. Sedangkan pada periode satu tahun sebelum bangkrut rasio yang signifikan berbeda antara dua kelompok bank adalah rasio DER, LTDTAR, APTA, ROE, LDR dan LAR.
The objectives from this research arise from the case of the bankruptcy from private and public bank in Indonesia in 1998, or popular with the case of liquidation. The objectives was taken from the comparison of the financial ratios from two group of bank, financial distress and non financial distress. From the calculation, the result would become a prediction model which can discriminate between the group of financial distress and non financial distress. Sample from this research was taken from all the go public bank which listed in Jakarta Stock Exchange in period until 1997. The statistical method used in this research is Logit Regression method. The judgement to use this method because not all of the data have a normal distribution. Logit Regression method can be used to exa mine the financial ratios which taken from the Bank Indonesia regulation which called CAMEL ratios. Beside that this method can make a prediction model from the comparison of all the financial ratios. The results from this research show that in 1995, the discriminate power from Logit Regression method is 90,3 %, in 1996 is 87,1 %, and in 1997 is 96,8 %. From all of the financial ratios, ratios which can discriminate between two group in the three years before bankruptcy is RUAA, MKTA, ROA, and BOPO. In the two years befor e bankruptcy the financial ratios consists of MKTA, NPM and BOPO. In period one year before bankruptcy, the ratios which can discriminate the two groups is DER, LTDTAR, APTA, ROE, LDR and LAR.
Kata Kunci : Pasar Modal,Rasio Keuangan,Kesehatan Perbankan, bank, liquidation, CAMEL ratios and Logit Regression method.