Analisis stabilitas risiko sistematis saham di Bursa Efek Jakarta
HUTAJULU, Bungaran Manaor, Eduardus Tandelilin, Prof.Dr.MBA
2005 | Tesis | Magister ManajemenSetiap investor harus mempertimbangkan unsur-unsur risiko, pada pengambilan keputusan dalam berinvestasi. Hal ini disebabkan karena adanya hubungan yang positif dan linier antara risiko dan tingkat keuntungan. Risiko investasi pada suatu saham, dapat diukur dengan menggunakan varians dan standar deviasi dari tingkat keuntungan saham tersebut, yang terdiri dari risiko sistematis dan tidak sistematis. Risiko sistematis merupakan risiko yang mempengaruhi seluruh perusahaan, dan tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi. Risiko ini dilambangkan oleh beta (β) yang menunjukkan kepekaan tingkat keuntungan suatu saham terhadap tingkat keuntungan pasar. Sedangkan risiko tidak sistematis merupakan risiko yang hanya mempengaruhi satu atau sekelompok kecil perusahaan. Risiko ini dapat dihilangkan dengan jalan diversifikasi, yaitu dengan menginvestasikan kekayaan pada berbagai bentuk investasi dalam suatu atau bebarapa portofolio aset. Penelitian ini menganalisa stabilitas risiko sistematis (β) saham di Bursa Efak Jakarata (BEJ), menggunakan data harian perdagangan saham selama tahun 2000 hingga 2004. Dari 240 perusahaan yang terdaftar di BEJ (emiten) hingga akhir tahun 1999, diperoleh 62 emiten yang memiliki korelasi signifikan pada 5% untuk dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beta saham individual cenderung lebih stabil dibandingkan standar deviasinya dan beta portofolio saham cenderung lebih stabil dibandingkan dengan beta individual saham. Sedangkan diversifikasi ke dalam portofolio terbukti mampu menurunkan risiko investasi pada saham.
Every investors have to consider the elements of risk in their investment decision-making. It’s caused the relationship between risk and return of investment are positive and linear. The investment risk in stock can be measured by variance and standard deviation (as a total risk) on its return, that consists of systematic risk and unsystematic risk. Systematic risk is the risk that affects whole companies, and can not be eliminated by using diversification. This risk called as beta and symbolized by β, that showing up the level of stock return sensitivities toward stocks return in the market. However, unsystematic risk is risk that only affect one or small group of companies. This risk can be eliminated by using diversification; which means that investing the asset to all or any kind of investment in portfolios. The aim of this research is to analyze the stability of stock’s systematic risk. The Daily stock prices from year 2000 untill 2004 at Jakarta Stock Exchange (JSX) were using as datas. Since 240 companies listed by the end of 1999, 62 have been selected become samples through the 5% significancy correlation tested. The result shows that individual stock beta’s tend to be stable than standard deviation, and portfolio beta’s tend to be stable than individual stock beta’s. While diversification into portfolio, provenly, can be efective to reduce investment risk.
Kata Kunci : Pasar Modal,Investasi,Stabilitas Saham