Pengaruh minyak mimba terhadap mortalitas dan perkembangan nimfa belalang kembara Locusta migratoria manilensis (Meyen)
KULU, Ici Piter, Prof.Dr.Ir. Kasumbogo Untung, M.Sc
2006 | Tesis | S2 Ilmu Hama TumbuhanPenelitian ini bertujuan untuk menghitung mortalitas, LC50 dan LC95 minyak mimba/ neem oil terhadap nimfa belalang kembara, serta mengetahui pengaruh perlakuan minyak mimba terhadap lama stadia nimfa, panjang tubuh dan berat tubuh nimfa belalang kembara. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca dan laboratorium Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya, dengan menggunakan serangga uji yang diambil dari lapangan. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan meliputi kontrol atau tanpa minyak mimba, minyak mimba dengan konsentrasi 0,2 ; 0,4 ; 0,8 ; 1,6 ; 3,2 dan 6,4 ml a.i/l dan deltametrin 0,02 ml a.i/l sebagai pembanding. Aplikasi minyak mimba dilakukan dengan alat penyemprot tangan pada 10 nimfa belalang instar 2 yang dipelihara dalam kotak berukuran 50 x 50 x 60 cm dengan pakan tanaman jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas belalang kembara oleh minyak mimba terjadi pada hari ke 7 dengan kisaran 50-85%, dan pada hari ke 14 dengan kisaran 75-100%. Pada hari ke 7 LC50 = 0,2815 ml a.i/l, LC95 = 28,9297 ml a.i/l. Pada hari ke 14 LC50 = 0,0085 ml a.i/l, LC95 = 1,8854 ml a.i/l . Data menunjukkan bahwa cara bekerja minyak mimba mematikan nimfa belalang kembara adalah secara kronik dan perlahan. Perlakuan semua konsentrasi minyak mimba nyata dalam memperlambat lama stadia nimfa, mengurangi panjang tubuh dan berat nimfa belalang instar 3, 4 dan 5. Data menunjukkan bahwa minyak mimba bekerja dengan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan serangga.
The objectives of the research were to determined LC50 of neem oil to oriental migratory locust and to understand the effect of neem oil to the duration of locust nymph stadia, body length and weight of the locust nymph. The research activities were conducted in green house and Laboratories of the Departement of Agronomy, Faculty of Agricuture, Palangka Raya University. The research conducted under Completely Randomized Design with 8 treatments and 4 replications. Treatments consisted of the control (untreated), neem oil with concentrations 0.2 ml a.i/l, 0.4 ml a.i/l, 0.8 ml a.i/l, 1.6 ml a.i/l, 3.2 ml a.i/l, 6.4 ml a.i/l, and deltametrin 0.02 cc a.i/l as the comparison. Neem oil was applied to the locust nymphs by using hand sproyer. The nymphs were kept in the cage with size of 50x50x60 cm. Corn plants were used as insect feed. The result showed that the mortality of locust nymphs to the neem oil on the 7th day, ranged 50-85%, and the mortality on the 14th day ranged 75-100%. On the 7th day, LC50 was 0.2815 ml a.i/l and LC95 was 28.9297 ml a.i/l. On the 14th day, LC50 was 0.0085 ml a.i/l and LC95 was 1.8854 ml a.i/l. The data showed that the mortality caused by neem oil wasoccured slowly and chronically. The neem oil treatments with all concentrations were significantly extent the stadia of locust nymphs, reduced the length and weight of locust nymphs instar 2, 3, 4 and 5. The data showed that neem oil affect the locust nymphs by distrupting the growth and development of insects.
Kata Kunci : Belalang Kembara,Mortalitas,Minyak Mimba, Migratory Locust, neem oil