Laporkan Masalah

Evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien rawat inap dengan infeksi saluran pernafasan bawah di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode Januari-Juni 2005

PRASETYA, Fajar, Dra. Zullies Ikawati, Ph.D.,Apt

2006 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi (Magister Farmasi Klinik)

Infeksi saluran pernapasan bawah non TBC merupakan suatu golongan infeksi yang dapat menyerang bronkus, bronkiolis, dan paru, manifestasi kliniknya dapat bersifat akut dan kronis. Umumnya pada anak-anak penyebabnya adalah virus dan bakteri serta pada orang dewasa penyebabnya adalah bakteri, yang dalam pengobatannya menggunakan antibiotika. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola infeksi dan jenis antibiotika serta mengevaluasi penggunaan antibiotika berdasarkan kesesuaian jenis, dosis, durasi, dan keamanan penggunaan antibiotika. Penelitian non-eksperimental yang berbentuk survei retrospektif dilakukan melalui rekam medik pasien dengan infeksi saluran pernapasan bawah yng menjalani rawat inap pada kurun waktu Januari – Juni 2005 di RS Panti Rapih Yogyakarta. Penggunaan antibiotika dikaji dari data rekam medik kemudian dianalisis secara deskriftif kuantitatif dinyatakan dengan persentase. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa jenis infeksi yang terbanyak pada pasien dengan infeksi saluran pernapasan bawah adalah bronkitis 45% dari 132 pasien dengan 137 kasus, persentase terbesar pada pria 58% dan terdapat pada umur anak-anak 0-14 tahun 52% dengan lama rawat rata-rata 6 hari. Terapi antibiotika tunggal sebanyak 82%, 2 kombinasi antibiotika 17%, dan 3 kombinasi antibiotika 1% dengan penggunaan antibiotika yang terbanyak adalah golongan Sefalosporin 30% jenis antibiotika seftriakson 16%. Berdasarkan jenis sedian aantibiotika terapinya 75% pasien diresepkan dengan nama dagang. Berdasarkan National Guidelines (WHO,2003),sebanyak 59% jenis penggunaan antibiotika yang sesuai, sebanyak 83% dosis yang digunakan sudah sesuai dengan literatur standar, sebanyak 80% durasi pemberian antibiotika sesuai, sebanyak 95% memberikan respon klinik turunnya demam dalam 2-6 hari, dan sebanyak 45% menunjukkan kesembuhan, membaik 40%, tetap belum sembuh 10%, serta meninggal 5%. Kontraindikasi dan efek samping obat tidak ditemukan 0%, kejadian interaksi obat sebesar 22 (16%) dari 137 kasus dan dari 29 jenis antibiotika yang digunakan terdapat 7 jenis (24%) jenis antibiotika yang potensial terjadi interaksi obat. Dari hasil penelitian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa jenis, dosis, dan durasi antibiotika yang digunakan pada pasien infeksi saluran pernapasan bawah sudah sesuai dengan beberapa standar yang diacu, yang sering dig]unakan yaitu seftriakson 16%, levofloksasin 15%, sefiksim 14%, amoksisilin 9%, sefadroksil 7%. Pada penelitian ditemukan beberapa kasus interaksi yang potensial terjadi tetapi tidak menunjukan manifestasi klinik pada pasien . Untuk menghindari efek samping yang tidak dikehendaki perlu dilakukan monitor serum kreatinin pada penggunaan aminoglikosida.

The non- TBC lower respiratory infection is a kind of infection that can attack bronchus, bronchioles and lung, the clinical manifestation can chronicle and severe. Generally the caused in children is virus and bacteria while in adult is bacteria, which is using antibiotics in medical attention. The purpose of the research is to find out the infection pattern and the kind of antibiotics and to evaluate the using of antibiotics based on the suitability of kind, dosage, and duration and antibiotics’ usage safety. The non-experimental research that was form in a retrospective survey was done through medical record of patient with the respiratory infection in time limit of January- June 2005 in Panti Rapih Hospital. The sing of antibiotics was surveyed from the medical record then analyzed using the quantitative descriptive and presented in percentage. The result was that the most infection from patient with lower respiration infection is bronchitis 45 % from 132 patients with 137 cases, the biggest percentage is man 58 % and placed in children age between 0- 14 years old 52 % with the length of medical attention 6 days in average. 82 % were the single antibiotics therapy, 17 % were 2 antibiotics combination and 1 % was 3 combinations of antibiotics with the most usage on sefalosporin kind for 30 %, sefriaxon for 16 %. Based on the existence of antibiotics 75 % patients prescribed with antibiotics therapy of commercial brand. Based on National guidelines ( WHO, 2003) 59 % the suitable antibiotics kind, 83 % dosage were already suitable with the literature standards, 80 % the duration of giving is suitable, 95% gave clinical respond of fever decrease within 2-6 days and 45 % showed heal condition, 40% better, 10 % not heal and 5 % died. 0 %, the contraindication and side effect of the medicine was not found, the interactions with medical are 22 ( 16 %) from 137 cases and from 29 kinds of antibiotics which are used, there are seven kinds (24%) of antibiotics kind which potentially encourage the medicine interaction. From the survey, a conclusion can be withdrawn that the antibiotics kind, dosage and duration which were used toward patient with lower respiratory infection were already suitable with several basic standards, the most frequently used are 16 % of sefriaxon, 15% lovofloxaxine, 14% os sevixcine, 9% of amoxiline, 7 % sevadroxil. In the research was found few interaction case which were potentially happened but there was no indication of clinic manifestation toward the patient. To unwanted avoid side effects, creatinin serum monitor are necessary to be done on the usage of amino glycoside.

Kata Kunci : Antibiotika,ISPA, lower respiratory infection, usage, antibiotics evaluation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.