Analisis dinamis pola hubungan inflasi dan output Indonesia periode 1983:1-2004:4 :: Pendekatan Structural Cointegrating VAR
INDRAWATI, Yulia, Dr. Bagus Santoso, M.Soc.Sc
2006 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi PembangunanPerkembangan inflasi dan output di Indonesia menunjukkan pola hubungan yang variatif. Hal ini disebabkan adanya trade-off antara inflasi dan output terutama dalam jangka pendek. Dalam mekanisme transmisi kebijakan moneter, pencapaian sasaran akhir inflasi (inflation targeting) dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi menjadi penting untuk dianalisis, terutama terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pola hubungan pencapaian sasaran akhir inflasi dan output. Paper ini bertujuan untuk menganalisis pola hubungan antara inflasi dan output di Indonesia selama periode 1983.1 – 2004.4. Secara spesifik paper ini menganalisis pengaruh shocks variabel-variabel makroekonomi yaitu tingkat suku bunga domestik, uang primer, nilai tukar riil dan tingkat bunga luar negeri terhadap inflasi dan output. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural cointegrating VAR untuk melihat keterkaitan antar variabel dalam jangka panjang dan jangka pendek. Penelitian ini menggunakan conditional model berdasarkan hasil uji eksogenitas. Sedangkan untuk melihat pola hubungan inflasi dan output digunakan hasil analisis impulse response model structural cointegrating VAR. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola hubungan inflasi dan output adalah positif dengan adanya shocks yang bersumber dari tingkat bunga domestik. Pengaruh tingkat bunga domestik terhadap inflasi menunjukkan terjadinya fenomena price puzzle. Pengaruh uang primer menyebabkan pola hubungan yang positif pula, sedangkan pengaruh nilai tukar riil menyebabkan pola hubungan yang negatif terutama terhadap tingkat inflasi. Hal ini menunjukkan bahwa, Bank Indonesia cukup responsif dengan adanya shocks nilai tukar. Tingkat suku bunga luar negeri bersifat weakly exogenous, dan dalam jangka pendek variabel ini tidak signifikan berpengaruh terhadap inflasi dan output. Dalam jangka pendek, variabel domestik lebih dominan berpengaruh terhadap inflasi dan output.
Co-movement between inflation and output in Indonesia shows variation movement. It because there is trade off between inflation and output, mainly in the short run. Monetary policy through the transmission mechanism has an important role to achieve the final goal of price stability (inflation targeting) and to keep momentum of economic growth. Therefore, it is important to analyze the determinant factors that affect the co-movement between inflation and inflation. This paper aims to analyze the co-movement between inflation and output in Indonesia over the period of 1983.1 to 2004.4. Specifically, this paper investigates the effect of some macroeconomic variables like domestic interest rate, base money, real exchange rate and foreign interest rate on the co-movement between inflation and output in Indonesia. The tool of analysis that was used in this study is structural cointegrating vector autoregression (SCVAR). This method analyzes the interrelationship among variables in the short run and long run. Impulse response was used to show the co-movement of inflation and ouput in difference variable shocks. The empirical results of this study show that the co-movement between inflation and output that sources from domestic interest rate shocks is positive. It indicates that there is price puzzle phenomenon. The effect of base money causes a positive co-movement between inflation and output. Real exchange rate shock causes negative co-movement, especially on inflation. It indicates that central bank responsively to exchange rate shock. Foreign interest rate does not affect to co-movement inflation and output significantly. In the short run, co-movement inflation and output is dominance affected by domestic variables.
Kata Kunci : Inflasi dan Output,Pola Hubungan, Co-movement, Inflation, Output, Short run, Long run