Penggunaan Mixed culture jamur dan penambahan sumber N pada biodegradasi Lignoselulosa tandan kosong kelapa sawit dalam pengkomposan
FANGOHOI, Latarus, Dr.Ir. Rb. Kasmidjo
2006 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi PanganTandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah padat terbesar yang di hasil dari produksi CPO. Limbah tersebut mencemari lingkungan, untuk mengurangi jumlah limbah tersebut secara cepat sering dilakukan dengan cara dibakar. Pembakaran limbah TKKS dapat menimbulkan asap yang dapat menganggu pengelihatan dalam mengendarai kendaraan serta pernapasan. Untuk mengatasi akibat tersebut diatas perlu ada alternatif pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Salah satu cara pengelolaan limbah ramah lingkungan yaitu menggunakan mikrobia yang dapat mendegradasi komponen-komponen dari limbah tersebut. Untuk mempercepat degradasinya digunakan mikroorganisme yang mempunyai potensi menghasilkan enzim-enzim lignoselulolitik. Penelitian ini bertujuan melihat perbedaan kemampuan kombinasi beberapa isolat jamur benang dengan penambahan sumber N alami dan sintetik sebagai nutrisi bagi pertumbuhan mikrobianya. Kombinasi isolat jamur meliputi Aspergillus sp.2, Trichoderma sp.1 dan Actinomycetes. Lima ribu gram TKKS yang telah dihancurkan dengan hammer mill sampai kecil dan diinokulasi dengan kombinasi isolat jamur serta diinkubasi dalam kotak karung goni berukuran 35 x 35 x 55 cm3 selama 50 hari. Rasio C:N awal disesuaikan menjadi 51.25 dan penambahan sumber N (Amoniumsulfat dan Kotoran ayam). Kelembaban awal diatur sekitar 60%. Sampling dilakukan pada awal inkubasi dan setiap interval waktu 10 hari untuk dianalisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi isolat jamur dengan penambahan sumber N alami dan sintetik dapat menurunkan hingga rasio C:N sebesar 12.25 dan kerapuhan 18.3% Serta menurunkan kadar selulosa, hemiselulosa dan lignin masing-masing sebesar 39.5 %, 37.9 % dan 14.3 % dari kadar awalnya. Proses biodegradasi ini dipengaruhi oleh suhu, pH, kelembaban dan sumber N yang diberikan dalam penelitian ini.
Empty Fruit Bunches of oil Palm (EFB) present as the largest solid waste crude palm oil (CPO) production. The Waste contaminates the environment. To lessen the amount of the waste quickly is often conducted by burning. Combustion of Empty Fruit Bunches of oil Palm (EFB) will generate smokes, causing problem of eyesight and respiration. Environmental friendly waste management alternative is degradation of lignocellulolase of the waste. To the used speed up the degradation, microorganisms having potency yield the enzyme. This research aimed to see the ability difference of some fungal isolates yarn with the addition of synthetic and natural N as nutrient. The fungal isolates were combination between Aspergillus sp., Trichoderma sp. and Actinomycetes. Five thousands gram of empty fruit bunches of oil palm by mill to small and inoculated with the combination of fungal isolate the incubated in fairish gunny sack boxes 35 x 35 x 55 cm3 for 50 days. C:N ratio the medium was 51.25 by addition of various nitrogen source ( Amoniumsulfat And chicken feces). The humid was early arranged to 60%. Sampling conducted in the early incubation and each every time interval 10 days to be analysed carbon, nitrogen, water content, lignocelluloce content and brittleness were monitored during fermentation (0,10,20,30,40 and 50 day). Result of the research indicates that the combination of fungal isolate with the addition of natural N and synthetic can brought down C:N ratio to 12.25 and brittleness of 18.3%, declined cellulose, hemicellulose and lignine content were also decrease up to 39.5 %, 37.9 % and 14.3 %, respectively. This biodegradation pattern is influenced by temperature, pH, humid and N source given in this research.
Kata Kunci : Limbah CPO,Biodegradasi Lignin, Empty Fruit Bunches of oil Palm (EFB), Biodegradation, Lignoselulolitic Isolates and Chicken feces