Kesesuaian medan untuk permukiman di Kota Namlea dan sekitar, Kabupaten Buru Provinsi Maluku
SALAMPESSY, Husein, Drs. Tukidal Yunianto, M.Sc
2006 | Tesis | S2 GeografiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor medan yang berpengaruh, mempelajari kelas kesesuaian medan dan evaluasi kesesuaian satuan medan untuk alternatif arahan pengembangan permukiman di Kota Namlea dan sekitar. Metoda yang digunakan adalah metoda survei dengan menggunakan "Statified random sampling". Satuan pemetaan yang digunakan adalah satuan medan yang mencerminkan karakteristik medan. Satuan medan selanjutnya digunakan sebagai dasar analisis dengan pendekatan skoring dalam penentuan kesesuaian medan untuk permukiman. Daerah penelitian terbentuk oleh 3 bentukan asal, Marin, Fluvial dan Denudasional, masing-masing dibagi dalam bentuklahan dan dibagi menjadi satuan medan. Penelitian terkonsetrasi terhadap 33 satuan medan dari 38 satuan medan Hasil evaluasi kesesuaian menunjukkan bahwa sebanyak 18 satuan medan memiliki tingkat kesesuaian sangat sesuai (S1: 33,33 %), Sesuai (S2:54,54 %), dan Cukup Sesuai (S3: 12 %). Kelima satuan medan yang tidak digunakan dalam evaluasi adalah Lagun/ Telaga asal Marin dan 4 (empat) satuan medan Asal Denudasional pada lereng curam dan sangat curam Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pembatas utama pada satuan-satuan medan dengan kesesuaian sedang adalah kedalaman airtanah bebas, kemiringan lereng, tekstur tanah, sedangkan faktor lereng mendominir satuan-satuan medan dengan kesesuaian marginal. Alternatif peruntukan permukiman dan pengembangan, diprioritaskan pada prinsip faktor penghambat yang lebih rendah investasi teknik untuk perbaikan faktor pembatas.
The aim of this research is to study the influence of terrain factors on the development of settlements, to study terrain suitability classes, and to evaluate terrain units that are suitable for alternative settlement development in the town of Namlea and its surroundings. The survey method used in this research is based on the principle of “Stratified Random Samplingâ€. The mapping units that are used to subdivide the study area are landscape units in which physical characteristics of the terrain are reflected. These units are subsequently used in the analysis to determine terrain suitability for settlement development. The study area consists of three landscapes of marine, fluvial and denudational origin, each divided in landforms and subdivided further into terrain units. The research concentrates on 33 out of a total of 38 terrain units. The result of the suitability evaluation shows that 18 units have a high suitability (S1; 33 %), 11 units have a moderate suitability (S2; 55 %), and 4 units have a marginal suitability (S3; 12 %). The five terrain units that were not used in the evaluation are a marine lagoon, and 4 units in the denudational landscape with steep and very steep slopes. The results of the research further show that the main limiting factors for units with a moderate suitability are: ground water level, slope steepness, and soil texture, whereas slope is the main determining factor for units with marginal suitability. Alternative allocation of land for settlement and development is prioritised on the basis of limiting factors that can be improved upon with simple techniques and low investment.
Kata Kunci : Pertumbuhan Penduduk,Permukiman,Evaluasi Lahan, terrain analysis, terrain suitability and allocation for settlement