Evaluasi kebutuhan hutan kota terhadap perbaikan iklim mikro di kawasan Kota Namlea Kabupaten Buru Provinsi Maluku
MALIK, La Ode Adam, Dr. M. Pramono Hadi, M.Sc
2006 | Tesis | S2 GeografiTujuan penelitian untuk 1) memetakan keberadaan sebaran vegetasi (tanaman perindang) yang ada di kawasan Kota Namlea. 2) mengetahui keadaan dan kondisi iklim mikro yang ada di kawasan Kota Namlea dan 3) memprediksi kebutuhan hutan kota yang diperlukan untuk memperbaiki iklim mikro di kawasan Kota Namlea. Penelitian dilakukan di Kota Namlea yang dibagi atas 4 (empat ) lokasi meliputi kawasan permukiman, perkantoran, fasilitas umum dan jalur jalan yang ditentukan secara purposive. Setiap lokasi pengamatan diambil sebanyak 12 lokasi sampel pengamatan, sehingga seluruh pengamatan di kawasan Kota Namlea diperoleh sebanyak 48 lokasi sampel pengamatan. Variabel yang di amati terdiri atas 1) sebaran vegetasi meliputi jenis dan jumlah vegetasi, komposisi, kerapatan dan keadaan sebaran vegetasi ditiap-tiap lokasi pengamatan. 2) keadaan dan kondisi iklim mikro yang di amati pada pagi, siang dan sore hari meliputi temperatur udara, kelembaban udara dan indeks kenyamanan di tiap-tiap lokasi pengamatan. 3) kebutuhan hutan kota meliputi luas lahan dan jumlah tanaman yanag dibutuhkan untuk memperbaiki iklim mikro di kawasan Kota Namlea dengan menggunakan metode Geravkis. Analisis data yang digunakan merupakan analiasis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan sebaran vegetasi (tanaman perindang) di kawasan Kota Namlea memiliki keadaan vegetasi yang dikatagorikan jelek, terutama terhadap rendahnya komposisi dan kerapatan vegetasi di tiap-tiap lokasi pengamatan, sedangkan keadaan dan kondisi iklim mikro di kawasan Kota Namlea secara keseluruhan dikatagorikan tidak nyaman, khususnya iklim di siang hari yang sangat panas (isohyperthermic) dan kering (semi-aridic) dengan rata-rata temperatur sebesar 32,7oC dan kelembaban sebesar 68,3 %. Dari hasil evaluasi kedua variabel diatas, ternyata hutan kota yang merupakan bagian dari penghijauan kota perlu dihadirkan di kawasan Kota Namlea untuk memperbaiki iklim mikro setempat, khususnya iklim di siang hari yang sangat panas. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas hutan kota yang diperlukan untuk memperbaiki iklim mikro di kawasan Kota Namlea saat ini (tahun 2006) sebesar 176,8 hektar atau sebesar 22,1 % dari total luas wilayah Kota Namlea dan diprediksi pada tahun 2015 Kota Namlea akan membutuhkan luas lahan untuk hutan kota sebesar 228,3 hektar atau sebesar 28,5 % dari luas wilayah Kota Namlea.
The objectives of this research are to, firstly, mapped the condition of vegetation distribution (shading plant) at Namlea city, secondly, known situation and condition of micro climate at Namlea city area and third, prediction the need of urban forest to improve micro climate at Namlea city area. These research was conducted at Namlea city, that was divided into 4 (four) location including settlements, offices, public facilities and traffic lane, which were purposive determined. Each observation location was taken 12 location sample of observation, therefore entire observation at Namlea city area obtain 48 location sample of observation. Variables observed include 1) vegetation distribution, including vegetation number of and type, composition, density, vegetation distribution condition at each observation. 2) situation and condition of micro climate which observed in the morning, noon, and the afternoon, including air temperature, air humidity and the comfort index at each observation. 3) the needed of urban forest includes field width and number of plant to improve micro climate at Namlea city area by using Geravkis methods. These data was analyzed by using quantitive and qualitative methods. The results of these research indicated that condition of vegetation distribution (shading plant) at Namlea city area had vegetation condition in poor category, particularly to the low composition and vegetation density at each observation location, whereas situation and condition of micro climate at Namlea City area is entirely categorized as not comfortable, particularly daylight climate that is very hot (isohyperthermic) and dry (semi-aridic) with average temperature of 32.7°C and humidity of 68.3%. From the evaluation result of the two variables above, it was proven that urban forest which are part of town reboisation needs to be acquired at Namlea city area now (2006) is 176.8 ha or 22.1% of total width of Namlea city area (800 ha), and it is predicted that in 2015 Namlea city will need 228.3 ha urban forest or 28.5% of Namlea city area width.
Kata Kunci : Iklim Mikro,Hutan Kota, Urban Forest, Micro Climate, Geravkis Methods