Laporkan Masalah

Analisis konsumsi pangan tingkat rumah tangga di Propinsi Lampung

MELIYANAH, Dr.Ir. Suhatmini Hardyastuti, MS

2006 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini bertujuan: 1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi pangan pada tingkat rumah tangga menurut lokasi dan tingkat pendapatan.; 2) Mengetahui elastisitas harga sendiri, elastisitas harga silang dan elastisitas pendapatan dari konsumsi per jenis pangan pada tingkat rumah tangga menurut lokasi dan tingkat pendapatan; dan 3) Mengetahui hubungan antara tingkat pendapatan dan konsumsi pangan pada tingkat rumah tangga menurut lokasi dan dan tingkat pendapatan. Penelitian ini menggunakan data SUSENAS Propinsi Lampung tahun 2002 dengan jumlah sampel 2091 rumah tangga, yang dibedakan antara wilayah pedesaan dan perkotaan berdasarkan tingkat pendapatan rendah, menengah dan tinggi. Analisis data menggunakan model Tobit atau regresi tersensor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konsumsi pangan dipengaruhi oleh harga pangan, harga pangan lain, pendapatan dan jumlah anggota rumah tangga; 2) Permintaan beras dan daging sapi untuk konsumsi rumah tangga pada berbagai tingkat pendapatan di pedesaan dan perkotaan bersifat inelastis; 3) Jagung hanya dikonsumsi oleh rumah tangga pada tingkat pendapatan rendah di daerah pedesaan dan permintaannya bersifat inelastis; 4) Permintaan ubi kayu untuk konsumsi rumah tangga pada tingkat pendapatan rendah di daerah perkotaan bersifat elastis, sedangkan pada tingkat pendapatan menengah, tinggi dan berbagai tingkat pendapatan di daerah pedesaan, permintaan ubi kayu bersifat inelastis. Ubi kayu tergolong barang inferior; 5) Permintaan ikan untuk konsumsi rumah pada berbagai tingkat pendapatan di pedesaan dan perkotaan bersifat elastis. Rumah tangga di daerah pedesaan pada berbagai tingkat pendapatan dan di daerah perkotaan pada tingkat pendapatan menengah dan tinggi, ikan tergolong barang kebutuhan pokok. Sedangkan rumah tangga di daerah perkotaan pada tingkat pendapatan rendah tergolong barang mewah; 6) Permintaan daging ayam untuk konsumsi rumah tangga di daerah pedesaan pada tingkat pendapatan menengah dan tinggi bersifat inelastis. Sedangkan pada tingkat pendapatan rendah di daerah pedesaan, pendapatan menengah dan tinggi di daerah perkotaan bersifat elastis. Daging ayam bagi rumah tangga di daerah pedesaan pada tingkat pendapatan rendah tergolong barang mewah; 7) Permintaan telur untuk konsumsi rumah tangga di daerah pedesaan pada berbagai tingkat pendapatan bersifat inelastis, sedangkan di daerah perkotaan pada berbagai tingkat pendapatan bersifat elastis; 8) Rumah tangga di daerah pedesaan dan perkotaan pada berbagai tingkat pendapatan menganggap beras sebagai barang kebutuhan pokok; 9) Rumah tangga di daerah pedesaan dan perkotaan pada tingkat pendapatan menengah dan tinggi, daging sapi tergolong barang kebutuhan pokok; dan 10) Pada rumah tangga tingkat pendapatan menengah di pedesaan, telur tergolong barang inferior. Sedangkan pada tingkat pendapatan rendah di daerah perkotaan, telur tergolong barang mewah. Berdasarkan hasil penelitian diatas, disarankan bagi masyarakat untuk menganekaragamkan konsumsi pangan. Selain itu disarankan bagi Pemerintah Propinsi Lampung untuk memberikan subsidi pangan pada masyarakat rendah khususnya kebutuhan pokok.

This research diamed to: 1) Analyzing factor that influencing food consumption on household level according to location and income level; 2) Knowing the selft-price elasticity, cross-price elasticity and income elasticity of consumption per food item on household level according to location and income level; and 3) Knowing the relation between level of income and food consumption on household level according to location and income level. This research used data from SUSENAS of Lampung Province in 2002 with number of sample of 2091 household, which being differed between rural and urban areas based on low, middle, and high level of income. The data analysis used Tobit model and sensiored reggresion. The result showed that : 1) Food consumption was influenced by food price, other food price, income, and number of household member; 2) The demand of rice and beef for household consumption in every level of income in rural and urban areas were inelastic; 3) Corn only been consumed by low income level household in rural areas and the demand was inelastic; 4)The demand of cassava for household consumption on low income level in urban area was elastic, While in middle income level, high income level and every level of income in rural area, cassava demand was inelastic. Cassava was considered as inferior goods; 5) The demand of fish for household consumption an every level of income in rural and urban areas was elastic. Household in rural area on every level of income and in urban areas on middle and high income level consider fish as a main necessity. While on low income level household in urban areas, it was consisdered as classy/exclusive good ; 6) The demand of chicken, for household consumption in rural areas on middle and high income level was inelastic. When in rurel low income level and urban middle and high income level, was inelastic chicken meat was considend as classy/exclusive good the rural low income level household; 7) Egg demand for household consumption in rural areas on every level of income was inelastic, while in urban area it was elastic for every level of income; 8) The rural and urban household on every level of income considered rice as the staple food; 9) Household in rural and urban areas on middle and high level of income considered beef as main necessity; and 10) On household with middle income level in rural areas, egg was considered as inferior good; while an low income level in urban areas, egg was considered as expensive good. Based on the result above , it is suggested for the society to diversify their food consumption. Beside that, it is adviseble for the government of Lampung Province to subsidia food for the low economic society particularly on staple food.

Kata Kunci : Konsumsi Pangan,Rumahtangga, Food consumption, household, tobit model, elasticity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.