Rice policies in Japan :: A Historical approach
PRANYOTO, Anung, Dr.Ir. Slamet Hartono, M.Sc
2006 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah kebijakan perberasan di Jepang, termasuk proteksi pemerintah pada sektor pertanain dan juga perubahan yang terjadi pada sistem pasar produk pertanian, terutama beras. Penelitian ini menggunakan data sekunder (time series) dan metode analisisnya menggunakan metode deskriptif berdasarkan fenomena yang muncul dari data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan pertanian yang modern di Jepang dimulai dari tahun 1868, dan era tersebut terkenal sebagai Meiji Restoration. Pada era tersebut, banyak sekali kejadian dan pelaksanaan kebijakan yang selalu dicampuri penuh dengan intevensi dari pemerintah. Hal tersebut ditujukan untuk memenuhi permintaan akan pangan secara kontinyu. Intervensi pemerintah juga diberlakukan pada subsektor produksi. Mulai dari pengembangan teknologi penanaman maupun varietas juga mendukung penuh dalam kebutuhan modal. Pada konsumsi beras, konsumsi nasional selalu berfluktuasi karena perilaku penawaran beras, dimana sangat dipengaruhi oleh kekuatan politik, perkembangan teknologi, perkembangan industri serta semboyan Jepang yang lebih menomorsatukan sektor pertanian. Proses distribusi beras di Jepang dilakukan oleh pemerintah, mulai dari pembelian sampai dengan penjualan, sekaligus penentuan harga yang secara ketat ditentukan oleh pemerintah. Ini menimbulkan kondisi yang tidak rasional dan kurang efisien. Namun, pelaksanaan kebijakan tersebut mendatangkan manfaat baik bagi petani maupun konsumen. Hal lain yang ditunjukkan dalam penelitian ini adalah harga beras dan konsumsinya sangat ditentukan oleh perilaku penawaran berasnya, yang sangat dilindungi oleh pemerintah. Dan juga komitmen para petani di Jepang untuk mengembangkan sektor pertanian, yang menjadikan pertanian bisa dijadikan landasan untuk perkembangan yang lebih lanjut.
The objectives of this study are to descript history of rice policies in Japan, including Japan’s protection in agriculture sector and the change of rice market structure. Secondary data will be occupied in this study. Analysis of the data, used simple interrelationship among rice performance’s indicators/variables based on description method The study finding shows that history of modern agriculture development in Japan had been started since Meiji Restoration (1868) accompanied with a lot of tremendous occasion regarding rice production, rice consumption, rice distribution as well as rice protection. Japan’s government has been conducted a strict rice system in order to guarantee enough rice supply. In case of rice production, Japan’s government played huge role in rice cultivation. Started from cultivation technology until huge financial support through high price in rice sector, the result is increasing trend of rice productivity. In consumption overview, faced fluctuated condition due to the behaviour of rice supply, which influenced by political power, improvement of technology, improvement of industry as well as the basic spirit, that is, nohon shugi. It makes the agriculture development strongly rely on it. In term of rice distribution, high intervention by the government made irrational and inefficient marketing mechanism, but produce beneficial for farmers and consumers. Not only the marketing mechanism managed by government, as well as rice price determination had been decided by government. Another important result is rice marketing in Japan had been changed due to the behaviour of rice supply, which is fully authorized by the government. In term of non-technical effort, high commitment amo ng farmers and agricultural actors made its performance stronger and has specific values that could be enhance for higher improvement in rice marketing and policies.
Kata Kunci : Pembangunan Pertanian,Jepang,Kebijakan Perberasan, government intervention, rice supply, nohon shugi