Laporkan Masalah

Dampak perilaku petani dalam onservasi lahan terhadap produksi dan pendapatan usahatani hutan rakyat di Kabupaten Bantul

SUTRISNO, Prof.Dr.Ir. Sri Widodo, M.Sc

2006 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian berjudul Dampak Penerapan Konservasi Lahan terhadap Ragam Tanaman dan Pendapatan Usahatani Hutan Rakyat di Wilayah Perbukitan Kabupaten Bantul, bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan konservasi lahan oleh petani hutan rakyat, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerapan konservasi lahan dan mengetahui pengaruh penerapan konservasi lahan terhadap ragam tanaman dan pendapatan usahatani hutan rakyat. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif, dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang yang dipilih dengan stratified random sampling. Lokasi penelitian di Kecamatan Dlingo. Data yang digunakan berupa data primer yang dianalisis dengan tabulasi dan analisis regresi linier. Dari analisis diketahui bahwa penerapan konservasi lahan yang dilakukan oleh petani hutan rakyat dapat dibedakan menjadi teknik vegetatif dan teknik mekanik. Konservasi lahan yang tergolong teknik vegetatif yaitu : menanam tanaman penutup tanah, menanam tanaman menurut kontur, melakukan pergiliran tanaman, menanam rumput pada saluran irigasi, membenamkan sisa tanaman, memupuk dengan pupuk kandang/kompos, menanam tanaman predator, menanam kayu sebagai penguat teras dan menebang kayu secara bergilir. Konservasi lahan yang tergolong teknik mekanik yaitu mengolah tanah sesuai kontur, membuat galengan sesuai kontur, membuat saluran air menurut kontur, membuat teras menurut kontur, membuat saluran drainase sesuai kontur, memelihara bangunan/saluran irigasi dan tidak membiarkan lahan terbuka lama. Tingkat penerapan konservasi secara umum tergolong tinggi, namun terdapat dua yang rendah yaitu membenamkan sisa tanaman ke dalam tanah dan menanam tanaman predator serta satu yang tergolong kategori sedang adalah menebang kayu secara bergilir. Dari analisis regresi linier diketahui bahwa faktor yang nyata mempengaruhi tingkat penerapan konservasi lahan oleh petani hutan rakyat yaitu persepsi, sikap, letak geografis tempat tinggal dan intensitas penyuluhan. Penerapan konservasi lahan oleh petani berpengaruh positif dan nyata terhadap ragam tanaman tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani hutan rakyat. Hasil analisis menunjukan bahwa ragam tanaman berpengaruh positif dan nyata terhadap pendapatan usahatani hutan rakyat. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa penerapan konservasi lahan masih perlu ditingkatkan terutama pada teknik penerapan konservasi lahan yang masih tergolong rendah atau sedang. Peningkatan penerapan konservasi akan mempengaruhi ragam tanaman yang pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatan. Peningkatan penerapan konservasi lahan dapat dilakukan dengan memperbaiki persepsi dan sikap petani terhadap konservasi lahan dengan cara meningkatkan intensitas penyuluhan pada petani hutan rakyat.

This research, entitled The Implementation Impacts of Land Conservation towards Variety of Plants and Farming Income of Community Forestry in Hilly Area of Bantul Regency, aims at identifying the implementation level of land conservation by community forestry farmers, it also aims at identifying the factors that affect the implementation level of land conservation and finding out the influences of land conservation implementation towards variety of plants and farming income of community forestry. This research takes place in Dlingo subdistrict is conducted using desciptive method, with the sample of 60 farmers chosen using stratified random sampling. Used is primary data that is analyzed in tabulation and linear regression. The implementation of land conservation conducted by community forestry farmers can be categorized into vegetative and mechanic techniques. Vegetatif technique of land conservation covers : growing land-covering plants, growing plants related to the contour, conducting plant ratation, growing grass on irrigation channel, burying the plant waste in to the ground, fertilizing with compos, growing predator plants, growing wood plants to strengthen the terrace and cutting woods rotationally. Mechanic technique of land conservation covers: cultivating land related its contour, making land boundaries (small dyke) related to the contour, creating drainage channel related its contour, maintaining the irrigation channel and not letting the land unplanted for long time. The level of land conservation implementation in general is categorized as high. However, two are low i.e, burying the plant waste into the ground and growing predator plants. There is one categorized as medium level is cutting wood rotationally. Linear regression analysis shows that the real factors affecting the implementation level of land conservation by community forestry farmers are perception, attitude, geagraphical location, and the intensity of extension education. The land conservation implementation by farmers has positive and real effects towards the variety of plants but does not have real effects towards the farming income.The analysis shows that variety of plant has positive and real effects towards the farming income of commmunity forestry Based on the research result, it is advisable that the land conservation implementation needs to be developod increasingly mainly on the implementation technique of land conservation that is classified as remaining low or medium level. The development of land conservations implementation will affect the variety of plants and finally will affect the income of community forestry farmers. The development can be conducted through developing correct perception and attitude of farmers towards the land conservation by increasing the intensity of extension education to community forestry farmers.

Kata Kunci : Usahatani Hutan Rakyat,Pendapatan,Konservasi dan Perilaku Petani, community forestry, land conservation, variety of plants, farming income


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.