Laporkan Masalah

Kaian taksonomi Murraya spp (Rutaceae) di Pulau Jawa berdasarkan sifat morfologi dan molekular

ASTUTI, Inggit Puji, Drs. Purnomo, MS

2006 | Tesis | S2 Biologi

Di Indonesia dilaporkan ada empat spesies Murraya, yaitu M. crenulata (Turez.) Oliv.; M. exotica L.; M. koenigii (L.) Spreng. Dan M. paniculata (L.) Jack. Dua spesies diantaranya yaitu M. exotica dan M. paniculata memerlukan perhatian khusus karena oleh beberapa peneliti dilaporkan sebagai spesies yang berbeda, sebagian lagi menganggap kalau M. exotica merupakan sinonim dari M. paniculata dan bahkan ada yang menyatakan bahwa M. exotica itu adalah varietasnya M. paniculata. Sementara itu M. crenulata dianggap masih meragukan karena spesies ini mirip dengan M. koenigii dan Clausena anisumolens (Bl.) Merr dan belum pernah ada publikasi yang menyebutkan keberadaannya di Jawa kecuali setelah tahun 1967 oleh Swingle. Untuk M. koenigii direvisi dan dimasukkan ke genus Bergera sehingga nama lainnya adalah Bergera koenigii L. Tujuan penelitian ini adalah menentukan status taksonomi M. crenulata, M. exotica, M. koenigii dan M. paniculata di Pulau Jawa. Sampel dalam penelitian ini spesimen herbarium dari keempat spesies Murraya dari Bogor, Yogyakarta dan Purwodadi untuk karakterisasi secara morfologi. Tumbuhan hidup (daun segar) untuk penelitian molekular. Spesimen herbarium dikarakterisasi, untuk analisis klaster berdasarkan ‘jarak taksonomi’ dengan metoda UPGMA menggunakan program NTSYS-pc yang ditampilkan dalam bentuk dendrogram. Untuk analisis molekular dilakukan dengan metoda RAPD. Isolasi DNA M. crenulata, M. exotica, M. koenigii dan M. paniculata dilakukan dengan metoda CTAB. Primer yang digunakan untuk RAPD adalah OPN-16 dan OPW-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis data morfologi M. exotica dan M. paniculata diindikasikan sebagai spesies yang berbeda. Untuk analisa RAPD, pita DNA dengan primer OPN-16 hanya menampilkan pita M. paniculata. Pita DNA dengan primer OPW-19 tampak pada M. exoticadengan BM 600 pb dan M. paniculata 900 pb. Sedangkan pada M. crenulata dan M. koenigii tidak menunjukkan tampilan pita DNA sama sekali. Dengan ini dapat dikatakan bahwa pemisahan kedua spesies berdasarkan data morfologi didukung dan diperkuat dengan hasil analisis data molekular.

It has been reported that there are four species of Murraya in Indonesia. They are M. crenulata, M. exotica, M. koenigii and M. paniculata. Some researcher treated M. exotica and M. paniculat as different species, while other reported that M. exotica was a synonym of M. paniculata, or stated that M. exotica was a variety of M. paniculata. Meanwhile the status M. crenulata is still an unclear since this species is similar to M. koenigii and Clausena anisum-olens, and there are no publication stating that they exists in Java except by Swingle (1967). The taxonomy M. koenigii has been revised to be a member of Bergera, and therefore M. koenigii is also known as B. koenigii. The aim of the study was to clarify the taxonomic status of M. crenulata, M. exotica, M. koenigii and M. paniculata in Java island. The samples used in the study were living and herbarium specimens of the four species of Murraya from Bogor, Yogyakarta and Purwodadi. The whole plants were collected for morphological characterization, while fresh leaves were used for molecular studies. The living plants were processed into herbarium specimens and observed for morphological characterization, and followed by analyses based on taxonomic distance using UPGMA method with NTSYS-pc to produce a dendrogram. For molecular analysis RAPD method was applied. The DNA isolation of M. crenulata, M. exorica, M. koenigii and M. paniculata were done by CTAB method. The primer used were OPN-16 and OPW-19. The result of morphological data analysis indicated that M. exotica and M paniculata could be treated as differentce species. The RAPD analysis using primer OPN-16, showed that band only produced by M. paniculata. The bands produced by OPW-19 ony visible on M. exotica and M. paniculata, although the MW were different, 600 bp and 900 bp respectively. Meanwhile, M. crenulata and M. koenigii did not produced any DNA band. It can be stated, therefore, that the separation of M. exotica and M. paniculata as different species based on morphological data is supported by molecular data

Kata Kunci : Taksonomi,Murraya,Morfologi, Murraya, taxonomy status, morphological, RAPD


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.