Laporkan Masalah

Model pengelolaan kawasan wisata budaya terunyan :: Kajian melalui perspektif Cultural Resource Management

NUGROHO, Wicaksono Dwi, Prof.Dr. Sumijati Atmosudiro

2006 | Tesis | S2 Arkeologi

Desa Terunyan yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Propinsi Bali, merupakan salah satu desa kuno di Indonesia yang memiliki sumberdaya budaya sangat unik dan dikenal dengan istilah Bali Asli atau Bali Aga. Keunikan dan kekunoan sumberdaya budaya di Desa Terunyan tersebut merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kawasan ini sebagai kawasan budaya yang dilindungi dan dijadikan laboratorium lapangan bagi para antropolog dan arkeolog. Keunikan sumberdaya budaya yang dimiliki Desa Terunyan juga mengundang para wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, untuk berkunjung ke Desa Terunyan. Pada akhirnya, Desa Terunyan kemudian juga dimanfaatkan sebagai objek dan tujuan wisata. Namun sangat disayangkan bahwa hingga kini kegiatan pemanfaatan terhadap sumberdaya budaya Terunyan sebagai kawasan wisata budaya ternyata malah menimbulkan permasalahan-permasalahan dalam pengelolaannya. Adanya permasalahan tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa kegiatan pengelolaan kawasan Terunyan yang berlangsung saat ini perlu dievaluasi. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi kegiatan pengelolaan kawasan Terunyan yang berlangsung saat ini. Sedikit berbeda dengan kajian-kajian CRM yang dilakukan oleh para praktisi CRM di Indonesia sebelumnya yang biasanya melihat permasalahan yang terjadi dalam CRM dari perspektif arkeolog pemerintah (state archaeology) ataupun melalui perspektif multi stakeholder, maka penelitian ini mencoba melihat permasalahan yang terjadi di kawasan Terunyan tersebut cenderung dari perspektif masyarakat Terunyan itu sendiri. Melalui perspektif tersebut, penelitian ini berhasil merumuskan sebuah model pengelolaan kawasan wisata budaya Terunyan yang diharapkan dapat berwawasan pelestarian dan asas manfaat bagi masyarakat lokal.

Terunyan, which is located in Kintamani District, Province of Bali, is recognized as an outstanding ancient village in Indonesia. Its unique cultural resources is called Bali Asli or Bali Aga. The uniqueness Terunyan culture resource is a factor that makes this area as cultural landscape which is protected and become laboratory for Anthropologist and Archaeologist. Despite this fact, the village also attracts tourisms from all over the world. However, up to now the advantages of the tourism in this area raise some problems which should be evaluated by the activity management. This thesis aims to analyse and evaluate the present management of Terunyan. Slightly different to previous Cultural Resource Management (CRM) studies conducted by CRM practitioners in Indonesia who usually observe the problems through the state archaeology or multi stakeholder perspective, this study is trying to detect the problems in Terunyan by taking up the Terunyan perspective itself. By doing that, this study is able to formulate a management model of cultural tourism area of Terunyan which develops cultural conservation and benefit the local community.

Kata Kunci : Wisata Budaya,Pengelolaan Terunyan,Cultural Resource Management, Terunyan, Cultural Resource Management (CRM), Local Community, Cultural Tourism


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.