Laporkan Masalah

Analisis kinerja Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Ambon

AMBARINI, Anjar Sulistiyo, Drs. Rusdi Akbar, M.Sc

2006 | Tesis | S2 Akuntansi

Sampai saat ini, upaya mencari potret atau sosok pemerintahan yang ideal masih menjadi isu paling menarik. Sebelum reformasi, pemerintahan Indonesia baik di pusat dan daerah masih dinilai kurang memiliki kinerja untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang semakin kritis. Berbagai kritikan telah dilontarkan kepada standar penilaian kinerja aparatur pemerintah yang digunakan selama ini. Sejalan dengan semangat good governance maka pemerintah daerah termasuk Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Ambon, untuk pencapaian hasil yang maksimal dalam pelaksanaan tugas baik tata pemerintahan maupun pelayanan publik diperlukan kinerja yang baik dan terukur, sehingga bagaimana kinerja Dinas Kebersihan dan Kebakaran saat ini, dan bagaimana upaya peningkatan kinerjanya menjadi penting untuk difokuskan. Dalam rangka peningkatan kinerja organisasi, analisa pengukuran kinerja Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Ambon sudah merupakan kebutuhan mendesak dan penting guna melihat tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas pembangunan, hal yang juga penting menjadi perhatian adalah faktor-faktor internal maupun eksternal organisasi sehingga harapan peningkatan kinerja dalam rangka mendukung keberhasilan organisasi dapat terpenuhi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Ambon, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam lingkungan internal dan mengidentifikasi peluang serta ancaman dalam lingkungan eksternal berkaitan dengan upaya peningkatan kinerja Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Ambon, merumuskan strategi yang tepat dan handal dalam upaya peningkatan kinerja Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Ambon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengggunakan metode akuntabilitas kinerja yang didukung dengan metode SWOT untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja, kemudian dilakukan metode tes litmus untuk memperoleh isu strategik dalam upaya peningkatan kinerja unit organisasi. Berdasarkan hasil analisis pengukuran kinerja diketahui bahwa : 1. Evaluasi kinerja pada Tahun 2003 menunjukan bahwa dari 4 (empat) program yang dilaksanakan masing-masing nilai pencapaian program adalah ; program pembebasan lahan TPU 89,35% (sangat berhasil), operasional kebersihan dan kebakaran 14,04% (tidak berhasil), peningkatan operasional saluran dalam kota 39,86% (tidak berhasil), dan peningkatan kemampuan satgas penanggulangan bahaya kebakaran 69,84% (cukup berhasil) sedangkan untuk nilai capaian kebijaksanaan adalah 56,11% yang menunjukan kinerjanya cukup berhasil. 2. Evaluasi kinerja pada Tahun 2004 menunjukan bahwa dari 3 (tiga) program yang dilaksanakan masing-masing nilai pencapaian program adalah ; program operasional kebersihan dan kebakaran 10,72% (tidak berhasil), peningkatan operasional saluran dalam kota 50,07% (tidak berhasil), dan peningkatan kemampuan satgas penanggulangan bahaya kebakaran 82,89% (berhasil) sedangkan untuk nilai capaian kebijaksanaan adalah 15,30% yang menunjukan ketidakberhasilan kinerja. 3. Hasil evaluasi menunjukan bahwa perkembangan kinerja Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Ambon cenderung menurun dari Tahun 2003 ke Tahun 2004 sehingga membutuhkan perhatian serius dalam rangka peningkatan kinerja. Sedangkan hasil analisis matriks SWOT diperoleh diperoleh 11 (sebelas) isu strategi yang potensial dalam upaya peningkatan kinerja Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Ambon, dan kemudian dengan menggunakan Tes Litmus diperoleh 7 (tujuh) strategi yang bersifat operasional dan 4 (empat) isu dominan yang bersifat strategis, keempat isu tersebut adalah sebagai berikut : 1. Peningkatan koordinasi secara horisontal dan membangun kerjasama dengan pihak swasta. 2. Peningkatan alokasi dana pembangunan bidang kebersihan dan kebakaran dalam mendukung implementasi program 3. Peningkatan dan optimalisasi sarana prasarana dengan peningkatan jadwal operasional 4. Pengembangan cluster cakupan pelayanan bidang kebersihan Dengan demikian untuk peningkatan kinerja, kebutuhan akan strategi yang memadai dan komitmen yang kuat dalam penerapannya, melalui 4 (empat) strategi yang bersifat strategis dan 7 (tujuh) strategi yang bersifat operasional, kinerja Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Ambon dapat dioptimalkan.

Effort to look for portrait or an ideal governmental form has been an attractive issue till now. Before reformation, the Indonesian government, both in the central and local, is still considered to have poor performance to meet more critical society demands. Various criticisms have been given to standard performance evaluation of governmental apparatus which has been used. In terms of good government, the local government, including the Department of Clearance and Fire in Ambon City, should achieve maximum results in performing task, both governmental system and public service need good and measurable performance, so that recent performance of Clearance and Fire Department and effort to increase the performance are important to focus. In order to increase organizational performance, analysis of performance measurement of Clearance and Fire Department of Ambon City have been emergent and vital needs to see rate of development task performance success, internal and external organizational factors are also important, so that expectation of performance increase in supporting organizational success can met well. This study goal is to measure the performance of Clearance and Fire Department of Ambon City, identify strength and weakness of internal environment and identify opportunity and threats in external environment associated with effort to increase the performance of Clearance and Fire Department of Ambon City, formulate appropriate and reliable strategy in increasing the performance of Clearance and Fire Department of Ambon City. Methods used in this study were performance accountability with SWOT method to analyze factors affecting the performance, then litmus test was done to obtain strategic issue in increasing the performance of organizational unit. Based on performance measurement analysis results, it is understood: 1. Performance evaluation of 2003 indicated that, from 4 (four) performed programs, each program achievement values are: land execution of TPU as much as 89.35% (very successful), clearance and fire operations as much as 14.04% (failure), line operation increase of city as much as 39.86% (failure), and increase of fire danger safety personnel as much as 69.84% (successful enough); whereas, value of policy achievement was 56.11% showing successful enough performance. 2. Performance evaluation of 2004 indicated that, from 3 (three) performed programs, each of program achievement values is: clearance and fire operation was 10.72% (failure), increase of line operation in city was 50.07 (failure), and increase of fire danger safety personnel capability was 82.89% (success); whereas, policy achievement value was 15.30% showing performance failure. 3. Results of evaluation indicated that performance progress of Clearance and Fire Department of Ambon City tended to decrease from 2003 to 2004 so that serious attention was needed to increase the performance. While results of SWOT matrix analysis produced potential strategic issue in increasing the performance of Clearance and Fire Department of Ambon City, and use of Litmus test produced 7 (seven) operational strategies and 4 (four) strategicdominant issues, the four issues are as follows: horizontal coordination increase and development of cooperation with private parties. 2. increase of development fund allocation to clearance and fire in supporting program implementation. 3. increase and optimization of instrument and infrastructure by improving operational schedule. 4. development of service coverage cluster for success. Thus, to increase the performance, adequate strategic need and strong commitment in application, to 4 (four) strategic and 7 (seven) operational performances of Clearance and Fire Department of Ambon City could be optimized.

Kata Kunci : Kinerja Aparatur,Good Governance,SWOT


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.