Studi komparatif sistem bagi hasil dan sewa di daerah sentra produksi bawang merah Kabupaten Bantul
TAUFIQURRACHMAN, Dr.Ir. Ageng Setiawan Herianto, M.Sc
2006 | Tesis | S2 AgronomiTujuan penelitian ini adalah membandingkan sistem bagi hasil dengan sistem sewa yang dilaksanakan petani di daerah sentra produksi bawang merah Kabupaten Bantul., khususnya tentang motivasi petani, alokasi penggunaan input, produktivitas dan keuntungan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis, dan pelaksanaannya dengan studi komparatif Jumlah sampel responden 50 orang petani, masing-masing petani pemilik penggarap, petani penyakap, petani penyewa, pemilik tanah yang menyakapkan dan pemilik tanah yang menyewakan sebanyak 10 orang dengan metode acak sistematik. Motivasi petani diuji dengan uji proporsi, penggunaan input, produktivitas dan keuntungan petani diuji dengan analisis ragam, sedangkan biaya transaksi sistem bagi hasil dan sewa tanah diuji dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilik menyakapkan tanah sawahnya karena tidak mampu menggarap sendiri, sedangkan pemilik menyewakan tanah sawahnya karena membutuhkan uang tunai segera, petani menyakap atau menyewa karena tidak memiliki tanah sawah. Penggunaan input dan produktivitas usahatani petani penyakap tidak berbeda dengan petani penyewa, tetapi keuntungan usahatani petani penyewa lebih besar daripada petani penyakap. Sistem sewa memberikan keuntungan lebih besar kepada penyewa, tetapi penyewa harus membayar sewa secara tunai sebelum mengusahakan tanah yang disewanya. Sistem bagi hasil memberikan keuntungan yang lebih besar kepada pemilik tanah, tetapi pemilik tanah ikut menanggung risiko jika hasil atau harga produk lebih rendah atau turun.
The objectives of this research are to compare between tenance and rent systems at the onion production center of Bantul District, related with farmer’s motivations, inputs allocation, productivity and profit. This is an analytical descriptive research done by comparative study, conducted on 50 farmers as respondents, that consist of renting out farmers, tenancing farmers, owner and operator farmers, and sharecropper farmers, each are 10 farmers by systematic random sampling. Farmer’s motivations are tested by proportion test, inputs allocation, productivity and profit are tested by analysis of variance, while transaction cost and profit between sharecropper and tenant farmers are tested by t test. The result show that the owners are tenancing their rice yields because they are facing labour constraint, the owners are renting because they need cash money quickly, farmers are renting or tenancing because they are facing land constraint. The inputs allocation and productivity of sharecropper and tenant are not different, but profit of sharecropper is higher than that of tenant. Rent system provides higher profit the farmers who renting in land, but they have to pay cash money before cultivating the rice field. Tenance system gives more advantage to owner, but they have to have higher risk if the productivity or product price decrease.
Kata Kunci : Usahatani Bawang Merah,Sewa Tanah,Bagi Hasil, Rent and tenance system, Motivation, Inputs allocation, Productivity, Profit