Mikropropagasi pisang raja melalui induksi dan pertumbuhan tunas mikro pada kultur in vitro
PRAYOGA, Lucky, Ir. Sri Trisnowati, M.Sc
2006 | Tesis | S2 AgronomiPenelitian tentang “Mikropropagasi Pisang Raja melalui Induksi dan Pertumbuhan Tunas Mikro pada Kultur In Vitro†telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh jenis media dan konsentrasi BAP terhadap induksi dan pertumbuhan tunas mikro pisang raja dan pengaruh BAP dan IBA terhadap proses pembentukan plantlet pisang raja. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Nopember 2004 sampai dengan bulan Juli 2005. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu tahap induksi dan pertumbuhan tunas mikro; dan tahap pembentukan plantlet. Pada induksi dan pertumbuhan tunas mikro digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola perlakuan petak terpisah (split plot). Sebagai main plot adalah jenis media yaitu media MS dan Gamborg dan sebagai sub plot adalah konsentrasi BAP (K) yaitu K0: 0 μM; K1: 5 μM; K2: 10 μM; K3: 15 μM; K4: 20 dan K5 : 25 μM). Pada pembentukan plantlet, digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola perlakuan faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi konsentrasi IBA (I) yaitu I0: 0 μM; I1: 5 μM; I2: 15 μM; I3: 25 μM. Faktor kedua adalah konsentrasi BAP (B) (yaitu B0: 0 μM; B1: 2,5 μM; B2: 5 μM; dan B3: 7,5μM). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali, dan masing masing ulangan terdiri dari 3 sub-ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa mikropropagasi pisang raja dapat dilakukan baik pada media dasar MS maupun Gamborg. Konsentrasi BAP 15 μM merupakan konsentrasi terbaik untuk memacu induksi dan pertumbuhan tunas mikro pisang raja. Sementara itu, dalam perkembangan plantlet pisang raja, perakarannya dapat dipacu dengan penambahan IBA sebesar 15 μM tanpa dikombinasikan dengan BAP.
A research on the “Micropropagation of Raja Banana via the Induction and Growth of Micro Shoots in In Vitro Culture†has been carried out with a view to study the influence of media kind and BAP concentration toward the induction and growth of Raja Banana micro shoots as well as the influence of BAP and IBA on Raja Banana plantlet formation. This research consisted of two stages i.e. the induction and growth of micro shoot and the plantlet formation. During the induction and growth of micro shoot stage, a Split Plot design has been used. The main plot was the kind of media i.e. MS and Gamborg, and the sub plot was BAP concentration (K) i.e. K0: 0 μM; K1: 5 μM; K2: 10 μM; K3: 15 μM; K4: 20; and K5 : 25 μM. On the plantlet formation, a factorial treatment pattern on CRD has been used. The first factor was IBA concentration (I), which consisted of I0: 0 μM; I1: 5 μM; I2: 15 μM; and I3: 25 μM. The second factor was BAP concentration (B), which consisted of B0: 0 μM; B1: 2,5 μM; B2: 5 μM; and B3: 7,5μM). Each treatment was replicated 3 times, with 3 sub-sample. Research results showed that the micropropagation of Raja Banana could be done in both MS and Gamborg media. The addition of BAP 15 μM into the media has resulted in the best induction and growth of the micro shoots. Moreover, during plantlet development, the addition of 15 μM IBA without any BAP, has formed the best root.
Kata Kunci : Pisang Raja,Kultur In Vitro,Media BHP dan IBA, Raja banana, in vitro culture, BAP, and IBA