Pengaruh penambahan Kayambang (Salvinia molesta) sebagai pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi di tanah gambut pedalaman
WIDIASTUTI, Lusia, Prof.Dr.Ir. Prapto Yudono, M.Sc
2006 | Tesis | S2 AgronomiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kayambang (Salvinia molesta) sebagai pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi di tanah gambut pedalaman. Penelitian ini dilaksanakan di lahan gambut pedalaman kota Palangka Raya Kalimantan Tengah dari bulan Januari dan berakhir bulan Juni 2006. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak-petak Terbagi (Split split Plot Design) dalam rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 3 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama (mainplot) adalah macam bentuk pupuk organik kayambang (K), yang terdiri dari 2 aras, yaitu segar (K1) dan bokashi (K2). Faktor kedua (Sub Plot) adalah lama inkubasi campuran tanah gambut dengan pupuk organik kayambang terdiri dari 2 aras, yaitu : 30 hari (I1), dan 15 hari (I2), inkubasi dilakukan sebelum tanam. Faktor ketiga (Sub-sub plot) adalah takaran kayambang yang terdiri dari 4 aras, yaitu : 0 ton/ha (P0), 10 ton/ha (P1), 15 ton/ha (P2), 20 ton/ha (P3). Hasil penelitian menunjukkan pupuk organik kayambang yang diberikan baik dalam bentuk segar (K1) maupun bokashi (K2) tidak ada perbedaan dalam memberikan pertumbuhan dan hasil terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi di tanah gambut pedalaman dibandingkan tanpa diberikan pupuk organik kayambang. Lama inkubasi campuran tanah gambut dengan pupuk organik kayambang yang diberikan 30 HST (I1) maupun 15 HST (I2) tidak ada perbedaan dalam memberikan pertumbuhan dan hasil yang terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi. Takaran kayambang 20 ton/ha (P3) memberikan pertumbuhan dan hasil yang tertinggi.
An experiment about the effect of kayambang (Salvinia molesta) as organic fertilizer on growth and yield of baby corn on ombrogen peat soil was done the peatland in Palangka Raya city Central Kalimantan, from January to June 2006. The research method used was Split-split Plot Design with 3 factors and 3 replication. The main factor was organic fertilizer kayambang, consisted of 2 level i.e. : fresh (K1) and compost (K2). The second factor was long incubation combain peat soil with organic fertilizer kayambang, consisted of 2 level i.e. : where 30 days (I1) and 15 days (I2), the incubation was did before planting. The third factor was the mesurement kayambang, consisted of 4 level i.e: where 0 ton/ha (P0), 10 ton/ha (P1), 15 ton/ha (P2) and 20 ton/ha (P3). The result shown that were no significant different between organic fertilizer fresh (K1) and composted (K2) on growth dan yield baby corn. The combination periods combination between peat soil with organic fertilizer kayambang shown not significant effect between 30 HST (I1) and 15 HST (I2). The best organic fertilizer kayambang and compost at were 20 ton/ha.
Kata Kunci : Tanaman Jagung,Tanah Gambut,Kayambang,Pupuk Organik, Salvinia molesta, organic fertilizer, baby corn, peatsoil