Laporkan Masalah

Pertumbuhan dan hasil dua generasi setek tomat pada beberapa konsentrasi Indole Butyric Acid

ZAHARA, Siti, Dr.Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc

2006 | Tesis | S2 Agronomi

Penelitian tentang pertumbuhan dan hasil tomat berdasarkan jenis generasi setek dan konsentrasi indole butyric acid telah dilaksanakan di Pogung, Yogyakarta antara bulan September 2005 sampai April 2006. Penelitian bertujuan untuk memperoleh konsentrasi IBA yang optimum untuk bibit tomat asal setek, memperoleh generasi bahan tanam yang terbaik untuk menghasilkan setek tomat dan mengetahui interaksi antara efek generasi bahan tanam dan konsentrasi IBA. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 2 x 4 + 2 kontrol diulang sebanyak 4 kali. Faktor pertama adalah generasi bahan tanam yang terdiri atas 2 aras yaitu setek dari tanaman F1 (setek G1) dan setek dari tanaman G1 (setek G2). Faktor kedua adalah konsentrasi IBA yang terdiri dari 4 aras yaitu konsentrasi 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm dan 80 ppm, sedangkan kontrol terdiri atas F1 (tanaman asal biji akar tunggang utuh) dan F1 ap (tanaman asal biji akar tunggang dipotong). Parameter yang diamati adalah parameter keberhasilan setek yang meliputi kadar C (metode Walkley & Black), kadar N (metode Kjedahl), rasio C/N, persentase setek tumbuh dan hari muncul akar. Parameter pertumbuhan yang meliputi, tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, luas daun khas, berat daun khas, nisbah luas daun, nisbah akar-tajuk, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan nisbi, berat kering akar, berat kering tajuk, berat kering total tanaman, panjang akar, dan distribusi akar. Sedangkan parameter hasil dan komponen hasil meliputi hasil/tanaman, jumlah buah/tanaman, bobot/buah dan indeks panen. Selain itu juga dilakukan pengamatan histologi dengan membuat preparat awetan akar dan pangkal setek batang (metoda safranin dan parafin) untuk mengetahui pembentukan akar adventif pada setek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan tanam G1 memiliki kadar C yang lebih besar daripada G2 sehingga pembentukan akar pada setek G1 lebih cepat. Kedua bahan tanam memiliki persentase setek tumbuh yang tidak berbeda nyata dan menghasilkan bobot/buah dan jumlah buah/tanaman sama dengan bibit F1 asal biji. Generasi bahan tanam dan konsentrasi IBA berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman sampai 4 minggu setelah pindah tanam. Konsentrasi IBA 20 ppm memberikan pertumbuhan dan perkembangan setek yang terbaik dibandingkan dengan konsentrasi yang lebih tinggi pada setek G2.

The research of growth and yield of two cutting generations of tomato on indole butyric acid concentrations had carried out in Pogung, Yogyakarta from September 2005 to April 2006. The aims of the research were to find out the optimum concentration of IBA for tomato cutting seedling, and interactions between cutting generation and IBA concentration effects. The research designed was with factorial experiments 2 x 4 + 2 control arranged in Completely Randomized Design with four replications. The first factor was cutting generation, consisted of two levels i.e. the first cutting generation (G1 cutting) and the second cutting generation (G2 cutting). The second factor was concentration of indole butyric acid (IBA), consisted of four levels i.e. 20, 40, 60, and 80 ppm. There were some plants as control plants that grouped were into F1 plants with intact steep roots and F1 plants without steep roots. The result showed that cutting G1 had carbon (C) content higher than G2 so the root G1 cutting emerged earlier than G2 cutting. The G1 and G2 cutting had cutting growth percent no significant different. Both cutting generations had the same weight/fruit and total fruits/plant with F1 plant. Significantly effect of cutting generation and indole butyric acid concentration only on the growth and development plant until 4 weeks after transplanting. IBA concentration 20 ppm gave the best growth and development in G2 cutting.

Kata Kunci : Tanaman Tomat,Generasi Setek,Asam Indol Butirat, cutting generation, indole butyric acid, tomato


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.