Laporkan Masalah

Kajian defoliasi sorgum pada pola tanam tumpangsari dengan kacang hijau

KANTUR, Donatus, Dr.Ir. Djoko Prajitno, M.Sc

2006 | Tesis | S2 Agronomi

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh defoliasi sorgum dalam pola tanam tumpangsari dengan kacang hijau terhadap hasil masing-masing tanaman serta total hasil relatif telah dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada di Banguntapan Kabupaten Bantul dari bulan Pebruari sampai Juni 2006. Metode penelitian menggunakan rancangan split plot dengan 2 faktor dan 3 ulangan . Faktor utama adalah defoliasi sorgum yang terdiri dari 2 aras yaitu : defoliasi dengan menyisahkan empat daun teratas dan daun bendera (D1) dan tanpa defoliasi (D2). Sub faktor adalah pola tanam yang terdiri atas 5 aras dalam susunan deret pengganti yaitu : monokultur sorgum ( S100),75% : sorgum : 25 % kacang hijau( S75 H25) , 50 % sorgum : 50 % kacang hijau(S50 H50), 25 % sorgum : 75 % kacang hijau (S25 H75) dan monokultur kacang hijau ( H100). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). perlakuan defoliasi sorgum tidak berpengaruh terhadap hasil baik kacang hijau maupun sorgum, 2). monokultur kacang hijau menghasilkan jumlah polong/tanaman, bobot biji/tanaman dan bobot biji/ha kacang hijau lebih tinggi dibandingkan pola tanam lainnya, 3). Pola tanam 25 % sorgum : 75 % kacang hijau menghasilkan bobot malai/tanaman dan bobot biji/malai sorgum lebih tinggi dibandingkan pola tanam lainnya dan bobot biji/hektar tertinggi dihasilkan pada pola tanam monokultur sorgum, 4). total hasil relatif tertinggi dihasilkan oleh pola tanam 50 % sorgum : 50 % kacang hijau yaitu sebesar 1.303 dan 5). Bentuk hubungan antara sorgum dan kacang hijau pada pola tanam tumpangsari dan defoliasi sorgum bersifat komplementer, sedangkan pola tanam tumpangsari dan tanpa defoliasi sorgum bersifat suplementer.

The aim of the research was to find out the effect of defoliation of sorghum under intercropping toward the yield of sorghum and mungbean and their total relative result, it was carried out in Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada in Banguntapan, Bantul Regency from February up to June 2006. The research method used was split plot design with 2 factors and 3 replications. The main factor was defoliation of sorghum comprising of 2 levels : defoliation left four upper leafs and flag leaf (D1) and without defoliation (D2). The sub factor was cropping pattern, comprising of 5 levels in form replacement series : monoculture of mungbean (H100)., 75% sorghum: 25% mungbean (S75 H25), 50% sorghum : 50% mungbean (S50 H50), 25% sorghum: 75% mungbean (S25 H75) and monoculture sorghum (S100) The results of the study showed that 1) the defoliation for sorghum did not affect the yield either mungbean or sorghum, 2) monoculture mungbean resulted bean/plant amount, seed/plant weight and seed weight/ha of mungbean as higher compared to other planting pattern, 3) planting pattern of 25% sorghum : 75% mungbean resulted panicle weight/plant and seed weight/panicle sorghum higher compared to other planting patterns and the highest seed weight/ hectare was still resulted in sorghum monoculture planting pattern, 4) ) the highest total relative yield was 1,303 given planting pattern at 50% sorghum : 50% mungbean and 5) the model of the relation between sorghum and mungbean in intercropping pattern and defoliated sorghum was complementary, while intercropping and without sorghum defoliation was supplementary.

Kata Kunci : Tumpangsari,Kacang Hijau dan Sorgum,Defoliasi, Defoliation, intercropping, result of mungbean and sorghum, total relative yield


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.